Ingin Tahu Sejarah Asian Games 1962? Yuk Kunjungi Museum Sejarah Kota Tua

Jakarta, PONTAS.ID – Perhelatan Asian Games di Indonesia diketahui tak hanya diselenggarakan pada tahun 2018 ini saja. Pada tahun 1962 yang silam, DKI Jakarta juga pernah menjadi tuan rumah event olahraga terbesar se-Asia ini. Tapi tak banyak masyarakat yang mengetahuinya.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun menggelar pameran Asian Games bertempat di Museum Sejarah Jakarta, Kota Tua, Jakarta Barat. Kepala Satuan Pelayanan Museum Sejarah Jakarta, Galih Hutama Putra mengatakan pameran ini digelar dari 12 Agustus sampai 9 September 2018.

“Pameran ini diadakan untuk memberi informasi mengenai sejarah Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962. Dengan adanya pameran ini, masyarakat bisa mengetahui sejarah Indonesia jadi tuan rumah Asian Games 1962,” kata Galih kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Dijelaskan Galih, dalam perhelatan pameran ini pihaknya menampilkan sejumlah koleksi asli dari tahun 1962, seperti koleksi keramik lantai stadion akuatik Gelora Bung Karno (GBK), speaker stadion akuatik GBK, hingga maket kawasan GBK di tahun 1962.

“Jadi, bisa dibilang koleksi-koleksi ini merupakan saksi bisu event Asian Games 1962. Jadi ini bertujuan untuk membangkitkan semangat saat Indonesia dulu menjadi tuan rumah, karena menampilkan nostalgia perhelatan Asian Games,” ujarnya.

Galih menambahkan, pameran ini dibuka setiap hari Senin pukul 13.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, dengan pembagian waktu pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB khusus pengunjung umum, dan pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB khusus untuk atlet dan delegasi Asian Games.

Lalu Selasa sampai Minggu dari pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB, dengan pembagian waktu dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB untuk pengunjung umum dan delegasi Asian Games. Sedangkan pada pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB khusus tamu Asian Games 2018.

Pameran ini, ungkap Galih, sangat diminati oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Dimana tiap harinya pameran ini dikunjungi sebanyak seribu sampai dua ribu wisatawan. Pada hari weekend pengunjungnya mencapai delapan ribu orang.

“Jika dibandingkan dengan hari biasa, jumlah pengunjung ini naik dua kali lipat. Jika dihari biasa jumlah pengunjung di museum ini sebanyak lima puluh sampai seratus orang per hari.┬áHari weekend sebanyak dua ratus sampai tiga ratusan orang,” jelasnya.

Editor: Risman Septian

Previous articleTNI-Polri Diminta Jaga Independensi soal Arahan Jokowi
Next articleKomisi VIII Minta Pengecekan Kondisi Tenda Mina Dilakukan Serius

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here