BNPB Minta Setiap Pihak Jangan Jadikan Bencana Lombok Ajang Politisasi

Rumah Hancur akibat gempa di Lombok (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar setiap pihak mengedepankan nilai kemanusiaan dalam menghadapi bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang baru terjadi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan setiap pihak harus memercayai negara bisa menanggulangi bencana alam tersebut dan tidak perlu mendesak penetapan statusnya menjadi bencana nasional.

“Jangan digoreng menjadi bahan politisasi dengan mendorong supaya ini jadi bencana nasional. Menetapkan status bencana nasional itu cukup berat dari segi pengelolaan dan pertanggungjawabannya,” kata Sutopo saat konferensi pers di kantor BNPB, Selasa (21/8).

Sutopo menyebut, dengan menetapankan statusnya sebagai bencana nasional, maka pemerintah otomatis membuka pintu selebar-lebarnya bagi bantuan internasional. Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia lemah menghadapi bencana.

Padahal Indonesia terbukti mampu melewati berkali-kali bencana alam secara mandiri. Sutopo pun menegaskan pemerintah mampu untuk mengatasi bencana gempa bumi di Lombok.

“Ada dinamika dan kendala sedikit itu wajar. Tetapi negara masih mampu. Pemerintah daerah juga tidak boleh lepas tangan terhadap masyarakatnya. Skala penanggulangan bencana Lombok pun sudah nasional dengan bukti berbagai lembaga seluruhnya turun tangan,” ujarnya.

Status bencana nasional menurut Sutopo baru dua kali dikeluarkan yakni pada tahun 1970-an dan tahun 2004 saat gelombang Tsunami menerjang Provinsi Aceh dan menewaskan lebih dari 100ribu jiwa.

Status tersebut ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena terbatasnya kemampuan Indonesia yang baru pertama kali diterjang bencana alam sebesar Tsunami Aceh dan mengakibatkan pemerintahan di tingkat kabupaten dan kota lumpuh total.

Sutopo menyebut, meski Indonesia diuntungkan karena banyaknya bantuan yang berdatangan, dalam hal pengelolaannya justru menjadi masalah.

“Karena dulu kita tidak punya sistem memadai. Hal itu dimanfaatkan juga oleh LSM internasional untuk mendapatkan dana mengatasnamakan bencana Tsunami Aceh tapi kita tidak tahu bagaimana pengelolaannya, distribusinya, dan sebagainya,” terangnya.

Ia menegaskan masyarakat dan berbagai pihak harus saling membantu dan mendukung agar pemerintah dan warga Lombok mampu bangkit.

Editor: Idul HM

 

Previous articleKPK Kembali Tahan Satu Anggota DPRD Sumut
Next articleJasa Marga Terjunkan Jasmapala Bantu Korban Terdampak Gempa Lombok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here