Kementerian PUPR Lanjutkan Kirim Bantuan Sanitasi ke Lombok

Jakarta, PONTAS.ID – Pengiriman sarana dan prasarana (Sapras) air bersih dan sanitasi yang sangat dibutuhkan para pengungsi korban gempa bumi di Pulau Lombok terus dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah masyarakat terdampak dan masalah yang timbul dalam tahap tanggap darurat dan recovery pasca gempa.

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi telah memperpanjang masa tanggap darurat hingga 25 Agustus 2018.

“Sebanyak 20 sumur bor yang dilengkapi pompa air tanah (PAT) dengan kapasitas 15-20 liter/detik difungsikan sebagai sumber air bersih pengungsi. Sebaran 20 sumur bor dan PAT adalah 5 unit di Kabupaten Lombok Timur dan 15 unit berada di Kabupaten Lombok Utara,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga yang turut mendampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi pengungsian di Lombok Utara, Rabu (15/8/2018).

Sementara untuk distribusi air bersih dilakukan menggunakan 19 mobil tangki air (MTA) ke wilayah yang telah disepakati bersama dengan Basarnas, PMI, BNPB, dan Kepolisian. Air kemudian ditampung dengan menggunakan tandon air maupun hidran umum berkapasitas 2.000 liter.

“Distribusi belum menjangkau secara merata hingga ke daerah terpencil, karena memerlukan tambahan hidran umum sebagai tempat tampungan air. Saat ini hidran umum yang telah terpasang sebanyak 100 buah dan sudah kita tambah sebanyak 100 buah,” ujar Danis, melalui keterangan resminya kepada PONTAS.ID, Rabu (15/8/2018).

Sebanyak 100 unit hidran umum sudah tiba di Mataram pada Selasa (14/8/2018) yang dikirimkan dari gudang peralatan Kementerian PUPR di Jakarta. Selain itu juga kembali dikirim sebanyak 149 WC portable dari Surabaya dan 280 set WC knock down yang akan tiba hari ini Kamis (16/8/2018).

Sebelumnya Kementerian PUPR telah memasang di lokasi-lokasi pengungsian sebanyak 90 WC portable seperti di Posko Kecaatan Tanjung, Desa Sokong, Posko Kecamatan |Gangga, Posko Kecamatan Pemenang, “Dan Posko Kecamatan Kayangan yang juga dilengkapi oleh hidran umum dan bioseptik,” kata dia.

Perbaikan Infrastruktur
Sementara itu, saat ini Ditjen SDA juga terus melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tiga bendungan yang ada di Pulau Lombok yakni Bendungan Pengga, Pandan Duri, dan Batu Jai. Kondisi ketiga bendungan dalam kondisi aman dan masih berfungsi mengalirkan air untuk jaringan irigasi pertanian,” ujarnya.

Pemeriksaan juga dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX terhadap kondisi jalan dan jembatan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada jalan nasional yang putus, hanya terjadi longsor pada beberapa titik di KM 47 hingga KM 54. Penanganan longsor sudah dilakukan dengan menurunkan alat berat sehingga tidak mengganggu lalu lintas.

Sebanyak 12 jembatan mengalami kerusakan juga sudah dilakukan penanganan antara lain dengan memperbaiki oprit dan expansion joint jembatan.

Ke-12 jembatan adalah Kali Padet, Panggung, Lokok Koangan, Sapit II, Tampes, Baburung III, Embar-embar, Sokong A, Lempenge I, Luk I, Sidutan dan Segundi. Untuk Jembatan Sokong yang berada di Kecamatan Tanjung yang mengalami kerusakan pada balok induk sepanjang 15 cm juga sudah selesai dilakukan perbaikan.

Editor: Hendrik JS

Previous articleJokowi: Fokus Pemerintah Bukan Hanya Infrastruktur
Next articleGerindra Puji Asman Mundur dari Jabatan Menteri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here