Gunakan Chatbot AI, 75 Organisasi Ikuti Latihan Kesiapsiagaan Bencana

Laporan yang disampaikan ke PetaBencana.id dipantau di ruang kendali BNPB untuk mengetahui kebutuhan warga dan melakukan respons //Foto: Petabencana.id

Jakarta, PONTAS.ID – Lebih dari 75 organisasi di seluruh Indonesia menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk melatih kesiapsiagaan bencana, pada Jumat (26/4/2024) lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Peta Bencana ini merupakan kompetisi kesiapsiagaan di seluruh Indonesia untuk melakukan simulasi pelaporan bencana secara real-time dengan chatbot kemanusiaan Indonesia.

“Chatbot online kini telah terintegrasi dengan WhatsApp, Telegram, Twitter, dan Facebook, yang dapat menjangkau penduduk di daerah terdampak bencana dan membantu mereka mengirimkan laporan bencana secara real-time,” jelas direktur Yayasan Peta Bencana, Nashin Mahtani, dalam keterangan resminya kepada PONTAS.id, Selasa (30/4/2024).

Dalam kompetisi kesiapsiagaan bencana ini, lebih dari 75 sekolah, BPBD, LSM, dan perusahaan di seluruh Indonesia secara serentak membuat mural bertema bencana di lingkungan mereka dengan menggandeng teman, tetangga, dan masyarakat sekitar untuk berfoto dengan mural tersebut.

Foto-foto tersebut untuk berbagi informasi dengan BencanaBot, “PetaBencana.id menerima lebih dari 8.010 laporan simulasi per 26 April 2023 ketika berbagai organisasi berlomba-lomba untuk melatih jutaan anggota masyarakat tentang berbagi informasi bencana secara real-time,” terang Nashin.

Ketika netizen mengunggah foto selfie mural mereka di media sosial, BencanaBot membantu mereka untuk mensimulasikan penyebaran informasi bencana, sehingga berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana dalam skala besar.

“Skala bencana yang kita hadapi saat ini tidak dapat diatasi oleh satu institusi saja. Sangat penting untuk memungkinkan setiap penduduk untuk dapat berpartisipasi dalam upaya pengurangan risiko bencana dan pemulihan,” terangnya.

Sebelumnya, saat acara pembukaan yang diselenggarakan di Universitas Indonesia, Anggara, yang mewakili Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, menekankan kegiatan itu bermanfaat bagi komunitas kampus kami, terutama dalam memperluas upaya manajemen bencana secara lebih luas.

“PetaBencana.id menyediakan data berharga, penting untuk memvalidasi studi dan penilaian historis, yang esensial untuk evaluasi risiko bencana yang komprehensif,” kata Anggara.

Demikian halnya dengan Nurul Sri Rahatiningtyas, seorang dosen Geografi yang berdedikasi di UI, berharap acara itu menjadi pencerahan bagi mahasiswa geografi, memupuk pemahaman tentang perkembangan teknologi bencana saat ini.

“Ini menegaskan fleksibilitas pengetahuan bencana yang diperoleh di kelas, menawarkan aplikasi praktis, seperti pelaporan melalui PetaBencana.id, untuk melayani masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.

Supriatna, Ketua Departemen Geografi UI, menambahkan, acara itu menandai peluang yang menjanjikan untuk membentuk kolaborasi yang kokoh antara Geografi UI dan pemangku kepentingan penting lainnya.

“Termasuk NGO, melalui platform yang berdampak dari PetaBencana.id. Semoga kolaborasi ini berkembang, menumbuhkan budaya ketangguhan dan tindakan kolektif,” ucapnya.

Inisiatif yang dipimpin oleh Yayasan Peta Bencana, didukung oleh Biro Bantuan Kemanusiaan USAID, dan didukung oleh BNPB, merupakan sebuah metodologi yang patut dicontoh dalam memanfaatkan kekuatan dan karakteristik Indonesia-seni dan budaya, media sosial, teknologi, koordinasi berbagai pemangku kepentingan, dan swafoto-untuk memperkuat ketahanan perubahan iklim di Indonesia dalam skala besar.

Setiap penduduk di Indonesia dapat mengobrol dengan BencanaBot untuk mengirimkan laporan bencana secara anonim dengan mengirimkan pesan ke +62-8584-BENCANA (+62-8584-2362262 atau bit.ly/BencanaBotWA).

Masyarakat juga dapat mengirimkan laporan melalui tweet ke @petabencana, mengirim pesan Facebook ke @petabencana, atau mengirim pesan telegram ke @bencanabot, serta mengunjungi https://petabencana.id untuk mengetahui informasi terkini mengenai bencana secara real time.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleMPR Minta Menkopolhukam Jadi Leading Sector Atasi Persoalan Papua
Next articleKetua MPR Dorong Peningkatan Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit