Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengaku tidak mempermasalahkan pemberitaan sejumlah media asing, yang menyoroti sejumlah kebijakan pihaknya menjelang pelaksanaan Asian Games 2018.
Sorotan tersebut antara lain seperti yang diberitakan oleh channel NewsAsia pada 20 Juli 2018, yang mengulas penutupan Kali Item dengan waring dalam artikel berjudul ‘Jakarta covers up ‘stinky, toxic’ river near Asian Games village’.
Dalam pemberitaannya, channel NewsAsia menyebut bahwa “masalah sungai beracun dan berbau tak sedap, yang berada tak jauh dari tempat tinggal para atlet, muncul di luar rencana perbaikan, sehingga pemerintah memutuskan untuk menyembunyikannya”.
Pria yang akrab disapa Sandi ini menyatakan bahwa langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang memasang jaring di atas Kali Item itu sudah tepat, dan mampu mengurangi aroma tidak sedap yang pada waktu tertentu menguap dari Kali Item.
“Saya sudah lihat di channel NewsAsia. Media asing boleh menyorot. Tapi kita yakin apa yang kita lakukan sudah maksimal. Dan mengenai jaring itu sudah dibahas, kita sudah mengambil double, triple protection,” kata Sandi di Jakarta, Senin (23/7/2018).
Bahkan, tambah Sandi, pihak Pemprov DKI sudah berdiskusi terlebih dahulu dengan pihak Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) sebagai penyelenggara Asian Games 2018, sebelum akhirnya mengambil keputusan menutup Kali Item dengan waring.
“Saya sudah sampaikan juga ke teman-teman di INASGOC, bahwa kita enggak mau ambil risiko sama sekali. Kemarin sudah hilang aromanya, tapi untuk memastikan enggak ada potensi dan risikonya, kita ambil langkah untuk mengurangi risiko,” ujarnya.
Sandi lantas meminta kepada masyarakat, terutama netizen di dunia maya, agar tak terpancing dengan kritikan tajam dari media asing tersebut. Dia mengajak masyarakat untuk bersatu menunjukkan bahwa Indonesia bisa menggelar Asian Games 2018 sebaik mungkin.
“Ini justru kesempatan kita untuk bersatu, kita tunjukkan kepada asing bahwa kita mampu. Jangan mempertanyakan kemampuan kita. Kita ini bangsa besar. Kita akan tunjukkan ke media asing, bahwa ini adalah gelaran Asian Games terbaik,” ucap dia.
Lebih lanjut Sandi pun mengambil contoh gelaran Piala Dunia 2018 yang lalu, dimana Negara Rusia sebagai tuan rumah sempat mendapat kritikan dari sejumlah pihak. Namun ternyata, ajang tertinggi olahraga sepakbola tersebut sangat sukses diselenggarakan.
“Saya yakin, kita jangan terombang-ambing dengan yang dikatakan orang lain. Jangan sampai kita saling menjatuhkan. Di Rusia kemarin World Cup semua banyak yang menyoroti. Tapi ternyata di Rusia yang terbaik paling rapi, paling terorganisir,” tukasnya.
Selain channel NewsAsia, South China Morning Post juga mengulas penggunaan tiang bambu untuk bendera Asian Games dalam artikel berjudul ‘Asian Games 2018: Jakarta governor orders residents’ flags be re-erected after Asiad gesture initially falls flat’.
Editor: Risman Septian




























