Antisipasi Kepadatan Arus Balik Tol Japek, Ini 3 Strategi Jasa Marga

GM Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek (Japek), Raddy R Lukman saat berbicara kepada wartawan, Kamis (14/6/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Arus mudik Lebaran 2018 telah selesai. Hasil evaluasi untuk arus mudik tahun ini terbilang lancar. Kelancaran lalu lintas (lalin) selama arus mudik tidak lepas dari sinergi lintas sektoral baik Kementerian, Kepolisian maupun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

“Langkah selanjutnya adalah menyiapkan strategi untuk arus balik yang akan dimulai pada tanggal 17-21 Juni 2018. Jasa Marga telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi arus balik Lebaran,” kata General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek (Japek), Raddy R Lukman, dalam keterangannya kepada PONTAS.id, Kamis (14/6/2018).

Adapun strategi yang disiapkan meliputi:

1.Distribusi Lalu Lintas
Adanya penambahan hari cuti bersama dan program diskon tarif tol diharapkan dapat mengendalikan distribusi lalin, karena pengguna jalan tol memiliki pilihan waktu untuk arus balik.

2.Optimalisasi Kapasitas
Peningkatan kapasitas untuk rest area diantaranya melalui pemasangan alat Rest Area Monitoring System (RAMS) dan penambahan parking bay di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Sedangkan untuk lajur, peningkatan kapasitas salah satunya melalui pemberlakuan contraflow di Jalan Tol Jakarta Cikampek atas diskresi kepolisian.
Jalan Tol Jakarta-Cikampek memiliki 2 wilayah pemberlakuan contraflow,yaitu
Wilayah timur: mulai dari GT Cikarang Utama (km 30) hingga Km 65
Wilayah barat: mulai dari GT Cikarang Utama (km 30) hingga km 21
Optimalisasi di gerbang tol untuk transaksi juga telah disiapkan 15 mobile reader.

3.Respon Cepat Gangguan
Untuk mengantispasi kepadatan di lajur yang disebabkan oleh adanya gangguan, maka tim dari Cabang Jakarta-Cikampek telah menyiapkan petugas siaga di lapangan, armada pendukung operasional.
Dan tahun ini, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek menyiagakan 2 motor patroli untuk memantau pemberlakuan contraflow.

Raddy menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi pihaknya, kepadatan yang sempat terjadi pada hari Selasa (12/6/2018) lalu atau di luar dari prediksi puncak arus mudik disebabkan karena adanya gangguan kendaraan di beberapa titik di lajur contraflow, sehingga memerlukan waktu penanganan yang cukup signifikan.

“Untuk mengantisipasi agar gangguan tersebut tidak terulang kembali saat arus balik, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk memastikan kelaikan kendaraan sebelum memasuki jalan tol,” imbaunya.

Jalur Alternatif
Sementara untuk arus balik, Jasa Marga kata Raddy, telah mengantisipasi untuk titik rawan kepadatan, utamanya di Tempat Istirahat dan Pelayanan di km 62 dan km 42. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian terkait pemberlakuan contraflow, “Untuk mengantisipasi kepadatan jelang akses masuk rest area,” ujar Raddy.

Selain itu, dalam arus balik, Raddy mengingatkan pemudik dapat memanfaatkan jalur arteri baik itu Jalur Pantai Utara (Pantura), Jalur Tengah dan Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang telah mantap. “Sehingga kepadatan di jalan tol dapat diantisipasi,” terang dia.

Dijelaskan Raddy, saat arus balik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan pembatasan kendaraan jenis truk melewati jalan tol mulai tanggal 22-24 Juni 2018. Namun, untuk lebih meningkatkan efektivitasnya, mulai tanggal 18-20 Juni.

“Kemenhub juga akan menerbitkan imbauan untuk truk tidak melintas di jalan tol saat prediksi puncak arus balik,” pungkasnya.

Editor: Hendrik JS

Previous articlePemerintah Dorong Sinergi Pesantren dan Program Ultra Mikro
Next articlePolemik e-KTP Djarot, Yasonna Heran Camat Tak Tahu Prosedur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here