Revolusi Pelayanan Berbasis IT, Ini Pesan Menteri PANRB kepada ASN

Menteri PANRB, Asman saat membuka "Display Inovasi Pelayanan Publik" Kota Solok, Sumatera Barat, Selasa (8/5/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur menegaskan revolusi pelayanan publik tidak dapat dihindarkan. Pelayanan yang dulu membutuhkan waktu berbulan-bulan, kini dengan dukungan teknologi informasi dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit.

Hal itu dikatakannya saat membuka Display Inovasi Pelayanan Publik Kota Solok di Terminal Bareh Solok, Sumatera Barat, Selasa, (8/5/2018).

Asman mencontohkan, pelayanan untuk pembentukan badan hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM yang semula memerlukan waktu berbulan-bulan, “Saat ini dapat diselesaikan hanya dalam waktu kurang dari 10 menit,” kata Menteri Asman, dalam keterangan resminya yang diterima PONTAS.id, Selasa (8/5/2018).

Menurut Asman, revolusi pelayanan publik seperti ini sangat menguntungkan masyarakat, karena dapat menghemat waktu dan biaya serta memberikan kemudahan. Demikian juga bagi pemerintah, hal tersebut akan mengurangi pembiayaan operasional, pembuatan gedung, dan menghemat penggunaan sumber daya manusia.

“Revolusi pelayanan publik seperti ini nampaknya tidak bisa ditahan lagi. Dengan tingginya tuntutan masyarakat serta persaingan global, mau tidak mau penggunaan teknologi informasi menjadi sebuah kenicsayaan,”tambahnya.

Fokus Manfaat
Lebih lanjut dikatakan, selaras dengan gerakan nasional inovasi pelayanan publik ‘One Agency, One Innovation’, Menteri berharap pelaksanaan Display Inovasi ini dapat menginspirasi gerakan inovasi pelayanan publik, bukan hanya di Kota Solok tetapi di seluruh Sumatera Barat.

“Saya juga mengucapkan selamat kepada Wali Kota Solok atas penyelenggaraan acara ini. Harapan saya, Display Inovasi ini menginspirasi gerakan inovasi pelayanan publik,” ujarnya.

Pria kelahiran Padang Pariaman ini juga mengapresiasi Pemerintah Kota Solok yang sudah mampu menghadirkan 159 inovasi baru. Dia juga menekankan, ASN dalam pelayanan publik jangan hanya fokus dengan serapan anggaran saja, tetapi fokus pada efek manfaat dari program kerja tersebut yang dirasakan dampaknya terhadap masyarakat.

“Jangan sampai anggaran yang ada, setengahnya untuk perjalanan dinas saja,” tegas Menteri.

Laboratorium Inovasi
Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto mengatakan sejak tahun 2015 hingga 2018 pihaknya telah melakukan pendampingan untuk program Laboratorium Inovasi di 58 pemerintah daerah, dan telah menghasilkan 5.324 ide inovasi.

Kota Solok yang merupakan laboratorium pertama di Provinsi Sumatera Barat, harus menjadi magnet bagi daerah lainnya. “Peluncuran ini merupakan momentum yang bersejarah, sebab Walikota Solok memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan dan menerapkan inovasi-inovasi di sektor publik,” ungkapnya.

Hadir dalam acara, Wali Kota Solok Zul Elfian, Kepala Lembaga Administrasi Negara Adi Suryanto, Staf Ahli Menteri Bidang Pemerintah dan Otonomi daerah Shadiq Pasadigoe, Staf ahli Menteri Bidang Budaya Kerja Teguh Widjanarko, Para Anggota Forkompinda Kota Solok, Para Pejabat serta ASN Kota Solok.

Editor: Hendrik JS

Previous articlePemprov DKI Ajak Pelaku Usaha untuk Mengurus Ijin Usaha Lewat JakEvo
Next articleOSMAN aplikasi yang Dapat Membantu UMKM dalam Pemasaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here