Jokowi Diminta Masukan Ulama Ketimbang Politisi

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy mengklaim pihaknya telah mengusulkan kepada Joko Widodo untuk mendekatkan diri kepada ulama.

Usulan itu disampaikan karena ulama biasanya tidak punya kepentingan ketika memberikan masukan.

“Itulah kenapa PPP sampaikan ke Pak Jokowi banyak masuk pesantren untuk mendengarkan basis-basis ulama karena mereka tidak punya motif. Kalau ke politisi punya motif, kalau ulama pasti akan menghasilkan anjuran yang bermanfaat,” kata Romi, Sabtu (14/4/2018).

Selain itu, kata Romi, mayoritas konstituen PPP menginginkan sosok pemimpin yang berasal dari golongan ulama. Namun, Romi menyebut jika hal tersebut tidak terwujud, setidaknya pemimpin yang dipilih dekat dengan ulama.

“Tentu kita akan lebih senang kalau lihat presiden kita baca Alquran, seorang ulama, takut kepada Allah dan rasulnya, memahami hukum syariat, memiliki jiwa ulama. Kalau bukan ulama paling tidak mendengarkan ulama,” tegasnya.

Romi menilai pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sekarang sudah cukup memberikan perhatian kepada ulama dan pondok pesantren. Contohnya, kebijakan Jokowi menetapkan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober.

“Kalau pak Jokowi banyak keliling ponpes itu juga ikhtiar beliau mendekat ke ulama. Baru 72 tahun Indonesia merdeka, Hari Santri disahkan baru ada pak Jokowi,” tandas Romi.

Previous articlePresiden Diharapkan Cabut Perpres TKA
Next articlePeran Bulog Didorong Sebagai Penyalur Program BPTN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here