Menko Maritim Dorong SDM Pemandu Wisata di Daerah

Ilustrasi.

Jakarta, PONTAS.ID – Sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan komponen utama penggerak usaha pariwisata. Namun kenyataannya, jumlah SDM pemandu wisata yang memiliki kompetensi bagus jumlahnya masih timpang bila dibandingkan dengan jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia.

Untuk mengatasi hal ini, Kemenko Bidang Kemaritiman melakukan inisiasi dialog antara berbagai pemangku kepentingan di pusat dan daerah untuk melakukan pemetaan masalah, (29/3/).

Asisten Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Maritim TB. Haeru mengatakan bahwa diskusi yang dilaksanakan dengan format rapat koordinasi ini adalah untuk mencari solusi kekurangan SDM kepemanduan pariwisata.

“Kita kumpulkan praktisi pariwisata, organisasi pemandu wisata, asosiasi pengusaha tour and travel, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Pariwisata serta dinas pariwisata daerah untuk melihat permasalahan yang terjadi saat ini,” jelas TB. Haeru di Jakarta, seperti dikutip PONTAS.id dari laman maritim.go.id, senin (2/4/2018).

Pada kesempatan yang sama, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sang Putu Subaya mengatakan, bahwa salah satu permasalahan yang muncul saat ini adalah penguasaan bahasa asing.

“Percuma memiliki banyak pengetahuan tentang pariwisata di daerahnya, product knowledge-nya bagus tapi kalau dia tidak bisa menceritakannya kepada wisatawan dengan menggunakan bahasa asing ya percuma,” ujar Putu.

Putuh mengatakan, ketika berkunjung ke Misool Papua, jarang dia temukan pemandu wisata yang memiliki kemampuan bahasa asing. “Masyarakatnya masih sangat tradisional, jarang yang bisa berbahasa asing padahal turis sudah datang,” keluh Putu.

Menurut Putu, pemerintah perlu hadir untuk mendorong peningkatan kualitas pekerja pemandu wisata.

Kurang optimalnya penguasaan bahasa asing serta lembaga sertifikasi profesi yang kurang kredibel hanya sebagian kecil dari permasalahan yang muncul dalam dunia kepemandu-wisataan. Bersama dengan pemangku kepentingan dari lintas kementerian/lembaga, Kemenko Bidang Kemaritiman merumuskan beberapa rekomendasi untuk ditindak-lanjuti.

Rekomendasi tersebut antara lain memasukkan pelatihan bahasa asing dalam kurikulum di BLK, Kementerian Pariwisata mewajibkan LSP berkoordinasi dengan pemerintah daerah setiap melakukan sertifikasi lalu melaporkan hasilnya. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga diminta untuk membuat perhitungan rasional jumlah pemandu wisata yang dibutuhkan.

Dalam waktu dekat, Kemenko Bidang Kemaritiman akan segera mengundang kementerian/lembaga terkait untuk mengecek perkembangan rekomendasi yang telah dihasilkan hari ini.

Editor: Idul HM

Previous articleBerpose Menggemaskan, Miley Cyrus: Aku Tengah Beraksi
Next articleJika Menang Pilgub Jatim, Gus Ipul Janji Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here