Pemerintah Kembali Sukses Giring Investasi Ratusan Triliun ke RI

MenkoKemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Seminar yang bertajuk USD 64 Billion Investment OBOR Initiative di Beijing

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah kembali berhasil membawa investasi ke Indonesia. Investasi ini ditandai dengan ditandatanganinya 2 nota kesepahaman dan 5 kontrak kerja sama antara perusahaan-perusahaan dari kedua negara pada di Beijing Jumat (13/04/2018) waktu setempat.

“Kami tidak ingin hanya bicara, bicara, dan bicara saja. Tapi kami ingin melihat implementasi,” kata Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut.

Acara penandatanganan ini bersamaan dengan gelaran seminar yang bertajuk USD 64 Billion Investment Opportunities in Indonesia for Belt & Road Initiative, seperti dikutip dari siaran pers Kemenko Maritim, Minggu (15/4/2018).

“Kami ingin melihat terus terjalinnya kerja sama antar investor dari kedua negara, tidak hanya antar pemerintah saja,” lanjut Luhut.

Indonesia Timur
Dua nota kesepahaman yang berhasil disepakati lanjut Luhut, adalah menyangkut pengembangan mobil/motor listrik dan pengembangan Tanah Kuning Mangkupadi Industrial Park di Kalimantan Utara.

Sedangkan kontrak kerja sama pertama yang ditandatangani lanjut Luhut, terkait pengembangan proyek hydropower di Kayan senilai USD 2 miliar. Disusul kontrak yang kedua adalah pengembangan industri konversi dimethyl ethercoal menjadi gas senilai USD 700 juta.

Dan kontrak ketiga merupakan perjanjian investasi joint venture untuk hydropower plant di Sungai Kayan senilai USD 17,8 miliar.

“Yang keempat adalah juga perjanjian investasi joint venture pengembangan pembangkit listrik di Bali senilai USD 1,6 miliar. Sedangkan kontrak kelima terkait pengembangan steel smelter senilai USD 1,2 miliar,” kata Luhut.

Tingkatkan Ekonomi Halmahera
Menko Luhut juga menekankan pentingnya terus mendorong hubungan bisnis kedua negara demi kepentingan nasional. “Kita kan harus cerdas (karena) semua (negara) melihat peluang. Tinggal sekarang pintar-pintaran lihat peluang supaya lebih banyak untung,” papar Luhut.

Menurut dia, majunya negara Tiongkok harus dipandang sebagai peluang untuk memajukan Indonesia.

Peluang yang dimaksud adalah demi mencapai hasil akhir berupa peningkatan investasi di Indonesia yang memacu naiknya jumlah lapangan kerja, peningkatan produk domestik bruto (PDB) dan pertumbuhan ekonomi.

“Seperti Morowali sekarang pertumbuhan ekonominya 60 persen. Sekarang mau bikin lagi di Halmahera Utara, itu produksi baterai lithium, jadi tidak semua tertumpu di Jakarta,” kata Luhut.

Editor: Hendrik JS

Previous articleSuriah Dibombardir, Menlu Minta WNI Harus Selamat
Next articleSoal Rencana Dosen Asing Masuk, Ini Kata Komisi X

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here