DJOSS Berikan Pendidikan Politik, Ajak Warga Cerdas Dalam Memilih

Djarot-Sihar

Medan, PONTAS.ID – Cagub Sumut nomor 2, Djarot Syaiful Hidayat ingin memberikan pendidikan politik. Karenanya, dia mengajak masyarakat cerdas dalam memilih calon yang berpengalaman, punya track record mumpuni, serta program yang baik. “Lihat rekam jejak,” tuturnya.

Salah satu kriteria pemimpin yang baik menurutnya, bisa memperhatikan kemajemukan dan menjaga kerukunan. “Indonesia mini itu ada di Sumut. Segala suku ada di sini. Ini namanya Bhinneka Tunggal Ika. Makanya hidup rukun,” sebut dia saat ikut acara syukuran panen padi dan tepung tawar tanam padi di lapangan sepakbola Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Kamis, (29/3/18).

Dalam acara ini hadir Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Ruben Tarigan, Syamsul Hilal, kemudian Ketua Umum PKB Pujakesuma Suratman, Ketua Tim Pemenangan Djarot-Sihar Center Ir H Sudarwono, Bendahara Umum Pujakesuma Suratno, Wakil Ketua Tim Pemenangan Endang Wijaya.

Dengan mayoritas penduduk Indonesia dan pula Sumut merupakan petani, maka kader PDI Perjuangan ini begitu memberi kepedulian kaum Marhaen. “Pemerintah harus hadir memberikan jaminan harga, membuat stabil harga, harus ada campur tangan pemerintah supaya petani tidak merugi,” ucapnya. “Kalau petani rugi, terlilit utang, maka tidak bisa menanam padi kembali. Kalau tidak ada yang menanam padi, impor lagi,” tambah mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Lalu, soal pendidikan ikut pula jadi perhatian. Pemerintah, lanjutnya, perlu memperhatikan siswa dari keluarga tak mampu. Cagub yang berpasangan dengan Sihar Sitorus dan terkenal dengan sebutan DJOSS ini berencana menerbitkan Kartu Sumut Pintar. “Program ini nantinya untuk meng-cover pelajar tidak mampu,” tunjuknya.

Hal lain yang juga penting soal kedehatan, pasangan DJOSS menyiapkan konsep perlindungan dengan nama Kartu Sumut Sehat. Sehingga, tatkala berobat, masyarakat tidak tidak lagi dipusingkan soal biaya perobatan.

Sementara anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Irmadi Lubis yang hadir dalam acara itu menyinggung soal lahan eks PTPN II seluas 5.470 hektare (ha). Di mana, terjadi penguasaan lahan yang terkesan sewenang-wenang lantaran dikuasai oleh oknum-oknum tertentu.

Previous articlePlayboy Tutup Laman Resminya di Facebook
Next articleBukalapak Berikan Pembinaan Wirausaha Kepada Wanita Bhayangkari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here