Jakarta, PONTAS.ID – Persaingan perdagangan global semakin ketat di tahun 2018 ini. Namu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, bakal ikuti arah kebijakan politik ‘perang dagang’ dengan Amerika Serikat. Beberapa komoditas Indonesia punya kuota impor tinggi ke negeri paman sam itu.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, jika ekspor kelapa sawit Indonesia dihalang-halangi oleh orang nomor satu di Amerika Serikat, maka Pemerintah Indonesia juga bisa membuat kebijakan yang berpengaruh dengan sistem pertanian AS.
Menurut Enggar, jika sudah menjadi keputusan politik sebagai bawahan kami akan taati. “Tetapi ya kalau melakukan itu yah, kita siap,” kata Enggar selaku Menteri Perdagangan, Jakarta, Senin, (12/3/18).
Enggar menambahkan Indonesia tidak terganggu dengan kenaikan tarif bea masuk pada baja. Namun, Indonesia bakal ikut menaikkan bea impor kedelai sebagai balasannya.
“Kalau Amerika saya tidak terganggu untuk baja tapi kalau biodiesel( iya). Kedelai tarif tinggi, cuma persoalannya adalah sambil beriringan dengan itu, saya penikmat tempe dan tahu, bisa tingkatkan impor, di sana penerimaan kita tingg,” ujarnya.
Ia mencontohkan, ketika Indonesia diganggu sawitnya. Pemerintah bisa balas dengan mulai dari komoditas anggur. “Kemudian Dubes Prancis mau ketemu saya akan bilang kita lagi mengkonsider dairi susu bubuk, toh izin impor di saya, saya gak kasih izin kenapa,” tutupnya.




























