Semarang, PONTAS.ID – Bakal Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meyakini dirinya dapat mempertahankan Jawa Tengah sebagai basis massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pilkada Jawa Tengah Juni mendatang. Ganjar pun mengulang sebutan “Kandang Banteng” di provinsi yang dimpimpinnya saat ini.
“Sejak dilantik sebagai Gubernur saya siap mempertahankan Jateng sebagai ‘kandang Banteng’ bersama kader PDIP,” kata Ganjar di Semarang, Selalu (30/1/2018).
Ganjar menegaskan, Jawa Tengah sejak lama telah menjadi basis PDIP sehingga jika ada pihak-pihak yang ingin mengubahnya, maka kader PDIP dipastikan tidak akan tinggal diam, “Yang bukan Banteng sudah bergerak mempertahankan Banteng, apalagi yang Banteng asli, pasti sekuat tenaga perjuangannya,” kata dia.
Ganjar pun tidak mau mempersoalkan jika ada pihak lain yang tidak nyaman dengan sebutan Jateng sebagai ‘kandang Banteng’, “Nanti rakyat yang membuktikan waktu pemilihan, masih senang sama Banteng atau tidak,” katanya.
Tingkat Kemiskinan Tinggi
Sebelumnya, bakal calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said berjanji akan mitos Jateng sbagai kandang banteng.
“Saya tidak nyaman dengan sebutan kandang banteng. Jawa Tengah harus dikembalikan pada martabatnya sebagai tempat manusia yang seutuhnya, yang berbhineka tunggal ika,” kata Sudirman di Semarang, Minggu (28/1/2018).
Menurut Sudirman kondisi Jateng masih jauh dari keadilan sosial, “Kemiskinan di Jateng sangat tinggi ya, akhir 2017 mencapai 13,58 persen, atau 4,577 jiwa. terdapat 15 daerah masuk zona merah kemiskinan, itu artinya 20 persen penduduk di 15 daerah hanya mampu menghidupi dirinya sendiri,” ujar Sudirman.
Sudirman mengatakan, jika masyarakat Jateng tidak menginginkan perubahan, akan memilih petahana. “Namun jika menghendaki perubahan, masyarakat pasti memilih pemimpin yang baru,” kata dia.
Pemilih Ideologis
Sementara itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Chaniago, mengatakan yang perlu diingat oleh Sudirman saat Pilkada mendatang merupakan pertarungan di kandang banteng. “Itu basisnya merah. Itu basis PDI-P,” kata Pangi.
Lebih lanjut Pangi menjelaskan, Jawa Tengah pemilih-pemilihnya merupakan pemilih ideologis, “Jadi, siapa pun yang diusung PDI-P itu berpotensi untuk menang. Kita ingat dulu, Ganjar itu tidak dikenal. Awalnya elektabilitasnya rendah. Jadi Bagi saya, peluang Sudirman Said ini agak berat ” kata dia. (Knt)
Editor: Hendrik JS




























