Investor Bangun LRT, Luhut Tetapkan Tiga Syarat

Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menetapkan tiga syarat utama jika investor ingin membangun infrastruktur di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan menyusul keinginan investor domestik yaitu PT Ratu Prabu Energi Tbk., membangun kereta api ringan (LRT) dengan anggaran Rp 400 triliun.

“Yang penting itu tiga. Pertama, semua semua teknologi yang dibawa ramah lingkungan,” kata Luhut usai rapat pimpinan Kemenko Kemaritiman , Senin (8/1/2018).

Pemerintah kata Luhut, tidak akan pilih-pilih investor selama teknologinya mumpuni dan bisa dipakai, “Yang kedua, dia (investor) harus menggunakan pegawai Indonesia,” tegasnya.

Meski nanti menggunakan teknologi dan tenaga kerja asing, investor, kata Luhut, harus memberikan pelatihan kepada pekerja lokal untuk menggantikan posisi tenaga kerja asing yang dipekerjakan pada awal proyek.

“Ketiga, harus bisa hulu ke hilir dan transfer teknologi. Misalnya, kita tadi ada nikel, sudah harus ke stainless steel, carbon steel yang kelipatannya bisa 100 kali bahkan lebih. Yang terakhir harus ada transfer teknologi,” kata Luhut.

Meski mengaku belum mengetahui niat investasi Ratu Prabu, Luhut menyambut baik niat itu karena dapat mengurangi beban APBN.

Ajukan Proposal
Terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendukung rencana Ratu Prabu membangun LRT. Apalagi, saat ini memang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat terbatas untuk membangun infrastruktur.

“Sebenarnya Ratu Prabu ini, sudah setahun menyampaikan pada kami. Pada dasarnya pemerintah memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk swasta melakukan investasi,” ujar Budi Karya di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, kemarin.

Meski demikian, Budi meminta Ratu Prabu untuk mengajukan proposal terkait rencana membangun LRT tersebut, “Ratu Prabu mengusulkan proposal, dan dia diwajibkan untuk menggandeng operator,” kata dia.

Bayar Konsultan
Sementara itu, pagi tadi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, PT Ratu Prabu Energi, sudah membayar mahal konsultan pembangunan LRT. Hal tersebut disampaikan saat rapat dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

“Saya bilang, ‘Bu, mereka, Ratu Prabu, sudah dua tahun mengerjakan ini dan membayar mahal sekali untuk konsultan internasional, itu Bechtel International’,” kata Sandiaga.

Sandiaga juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN akan mengkaji potensi pembangunan LRT yang sepenuhnya menggunakan dana swasta itu.

“Kalau misalnya ada swasta yang mau membangun menggunakan dana sendiri, kami harus kaji. Seandainya itu betul-betul visible, sangat memungkinkan, akan kami dorong agar dipercepat,” ujar dia.
Editor: Hendrik JS

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here