Musirawas, PONTAS.ID – Pelaksanaan proyek “Pemeliharaan Berkala Jalan Giriyoso – Sungai Bunut (K105)” di kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musirawas terkesan asal jadi. Pasalnya, masih hitungan bulan sejak proyek ini mulai dikerjakan, lapisan aspalnya sudah mengelupas, mengalami retakan serta bergelombang.
Proyek ini dibiayai APBD Pemkab Musirawas TA.2020 untuk membangun jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 3 meter.
“Aspalnya sudah retak-retak di beberapa titik dan ada yang tidak dikerjakan, dengan alasan lapisan aspal yang lama masih terlihat bagus,” kata salah seorang warga BTS Ulu, Andi kepada PONTAS.id, di lokasi proyek, Selasa (9/6/2020).
Andi juga mempermasalahkan ketebalan lapisan aspal, “Bahkan ada yang tebalnya hanya 3 Cm,” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, pengawas lapangan proyek dari PT Hikmat Konstruksi Mandiri bernama Joko mengatakan perusahaannya akan melakukan perbaikan terhadap lapisan aspal yang retak, “Terkait aspal yang mulai retak akan ada perbaikan tinggal menunggu instruksi dari atas,” ujarnya.
Terpisah, Kepala UPT Dinas Binamarga, Kecamatan BTS Ulu, Hardian mengakui pelaksanaan proyek tersebut secara teknis salah, “Pemadatannya kurang baik, sehingga aspal tersebut akan bergeser saat dilalui kendaraan,” kata dia.
Hingga berita ini dipublikasi, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek ini belum memberikan tanggapan. Upaya menghubungi ponselnya oleh PONTAS.id tak kunjung mendapat respon.
Sebagai informasi, proyek ini dikerjakan PT Hikmat Konstruksi Mandiri dengan anggaran Rp.1,93 miliar bersumber APBD Pemkab Musirawas TA 2020. Proyek yang teken kontrak pada Maret 2020 diberikan batas waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender.
Penulis: Ari Supriyanto
Editor: Pahala Simanjuntak




























