Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi VIII DPR, Achmad tidak setuju Bandara Internasinal Sultan Syarif Kasim II (SSK II) dipindah dari Kota Pekanbaru ke daerah lain di Riau.
“Saya tidak setuju Bandara SSK II dipindahkan. Soal embarkasi Haji, kami akan segera membahasnya di Komisi VIII DPR. Jadi saya menyarankan ke pihak kementerian terkait, baik Kemenag maupun Kemenhub, untuk segera merealisasikan perpanjangan Runway Bandara,” ujar Achmad di Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Hal ini kata mantan Bupati Rohul dua periode ini, karena biaya pembangunan Bandara baru dengan penambahan atau perpanjangan ‘Runway’ akan jauh lebih mahal.
“Biaya membangun Bandara baru itu butuh proses lama dan memakan biaya yang tidak sedikit. Sementara untuk biaya perpanjangan jalur Ruway lebih ringan sekitar Rp2 Triliun dan cepat pengerjaannya,” tegasnya.
“Sebenarnya bukan karena Kementerian Agama dan Kemenhub yang tidak mau menjadikan Bandara SSK II sebagai Embarkasi Antara di Riau, tapi memang yang menjadi persoalan adalah soal Runway tadi. Karena tidak memenuhi standar untuk pesawat yang berbadan atau bersayap lebih lebar. Makanya jamaah haji Riau masih menggunakan Bandara di batam,” tambahnya.
Namun demikian kata Politikus Demokrat mengaku optimis, Bandara SSK II akan segera bisa digunakan untuk embarkasi haji.
“Intinya saat ini, semua pihak harus duduk bersama, berjuang bersama-sama. Semua persoalan harus segera diselesaikan baik aturan, pembebasan lahan dll,” pungkasnya.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Riana




























