Takut Rugi Petani Tembakau Kurangi Luas Tanam Hingga 20 Persen

Petani.

Jakarta, PONTAS.ID – Petani tembakau di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, pada musim tanam tahun 2018 mengurangi luas tanam tembakau hingga mencapai 20 persen karena terkendala modal dan takut merugi lagi seperti tahun lalu.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Prambanan, mengatakan, lahan tanaman tembakau di wilayah Kecamatan Prambanan dari tahun ke tahun terus berkurang.

“ pada tahun 2016 seluas 115 hektar, tahun 2017 seluas 90 hektar dan tahun 2018 ini ada sekitar 75 hektar yang berada di desa Bugisan, Desa Kokosan dan di Desa Kebondalem Lor, dengan jenis tanaman tembakau bligon, dengan luas tanam berkurang sekitar 20 persen di bandingkan tahun lalu,” jelasnya, Senin (9/7/2018).

Menurutnya, alasan semakin berkurangnya luas lahan tanaman tembakau itu antara lain karena para petani selama dua tahun berturutturut  yakni tahun 2016 dan tahun 17 mengalami kerugian mencapai ratusan juta.

Ia mengakui, pada saat penanaman tembakau memang bagus, namun saat memasuki panen ada hujan sehingga kwalitas tembakau menjadi kurang bagus.

Hargo juga menghimbau kepada para petani di wilayah Kecamatan Prambanan untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrem, sekaligus berharap hasil panen tanaman tembakau tahun 2018 ini bisa maksimal bagus sehingga petani tidak merugi terus.

Sementara itu salah seorang petani  tembakau asal Desa Bugisan Prambanan,  Pariyo (55) tahun mengatakan,  tahun 2017 pihaknya menanam tembakau seluas 9 ribu meter persegi, dan tahun ini hanya menanam 7 ribu meter karena terkendala modal.

“Selain masalah modal, juga trauma dan raguragu kalau tidak laku seperti tahun lalu,” jelasnya.

Ia pun berharap musim tanam tembakau tahun ini hasilnya bagus, bisa untuk menutup kerugian tahun lalu yang terus merugi hinga mencapai puluhan juta rupiah.

Hal senada juga disampaikan  petani  lain,  Joyo Jumain warga Desa Kokosan  yang mengaku tahun ini hanya menanam tembakau seluas 13 ribu meter persegi, sedangkan  tahun lalu  mencapai  20 ribu meter karena  takut rugi lagi seperti tahun lalu.

Ia juga berharap tahun ini cuaca mendukug, kwalitas tembakau bagus, sehingga  bisa panen dengan harga yang bagus untuk menutup kerugian tahun sebelumnya.

Editor: Idul HM

Previous articleLSI: Pasca Pilkada Serentak 2018, Elektabilitas Jokowi Cenderung Naik
Next articleMentan Berikan Bantuan Benih dan Excavator Ke Masyarakat Soppeng