Indramayu, PONTAS.ID- Bupati Indramayu gencar mengadakan program Pasar murah di adakan di setiap kecamatan-kecamatan, tetapi sebagian masyarakat Indramayu masih mengeluhkan dengan harga beras yang terus mengalami kenaikan. Hal ini tentunya membuat masyarakat resah, Panel Harga Badan Pangan mencatat, harga beras premium dan medium kompak naik ke level rekor baru, Rabu (28/02/2024).
Menurut data pedagang beras di Pasar Tradisional Indramayu yang ada, harga beras premium naik Rp15.000-17.000 per kg hari ini, sementara beras medium naik ke Rp13.000- Rp 14.000 per kg. Harga tersebut sudah jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sebagai informasi, menurut keterangan Bulog Indramayu berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional No 7/2023, HET beras berlaku sejak Maret 2023 adalah Rp. 10.900/kg medium, sedangkan beras premium Rp 13.900/kg untuk Zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi. Sementara, HET beras di Zona 2 meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan dipatok Rp 11.500/kg medium dan beras premium Rp 14.400/kg.
Sementara di zona ke-3 meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium sebesar Rp 11.800/kg, dan untuk beras premium sebesar Rp 14.800/kg.
Wakil Kepala Bulog Indramayu Ecih menyebut faktor perubahan iklim yang tidak menentu jadi penyebab sebagian tanaman padi petani gagal, hingga menyebabkan harga beras di pasaran menjadi naik.
“Ini dampak dari sebagian para petani yang gagal panen hingga membuat meroketnya harga beras, tapi pihak bulog berusaha sekuat mungkin untuk menekan harga beras dgn dilaksanakannya strategi disertai kebijakan pemerintah dengan adanya penyaluran beras Bantuan Pangan (Banpang), dan penjualan beras SPHP dan GPM yang telah tersedia di market dan swalayan agar masyarakat mudah menemukanya. Kami menfokuskan untuk semua masyarakat agar dapat meringankan beban masyarakat, agar berharap kenaikan ini bisa ditekan,” ucap Ecih saat di konfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.
Di sisi lain, menurut keterangan pengusaha pabrik penggilingan padi di Kecamatan Kandanghaur harga gabah juga terpantau naik. Harga Gabah Kering Panen (GKP) sekarang ini sudah di Rp8.500 per kg, bahkan ada yang sampai Rp9.000 per kg. Kemudian, Gabah Kering Giling (GKG) sudah ada yang Rp10.000 per kg.
“Jadi kalau GKP maupun GKG dengan harga segitu, gampangnya dikali 2 saja, dikali 2 memang akan menghasilkan kurang lebih segitu harga (berasnya), nggak jauh dari situ,” kata Sanim salah satu petani Kecamatan Kandanghaur kepada Pontas.id.
“Ada beberapa petani kita yang gagal panen. pada Oktober atau November padinya menjadi mengering, akibat kurangnya pasokan air,” lanjut Sanim.
Menurut Sanim jika harga beras naik akan berdampak ke segala sektor kebutuhan lainya, misal sekarang saat musim tanam, harga pupuk pasti ikut naik. “Itulah dampak dari GKP/GKG nya naik. Kalau GKP/GKG naik, maka sudah pasti harga beras juga naik dan imbasnya dari pupuk serta modal tanam juga semua naik,” pungkasnya.
Penulis: Cartono
Editor: Fajar Virgyawan Cahya



























