Harga Beras Naik, JK: Opsi Impor Tidak Dilarang

Jusuf Kalla Wakil Presiden RI, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Harga beras saat ini sedang melambung tinggi, wacana impor beras tidak menutup kemungkinan untuk impor, akan tetapi wacana impor beras tersebut belum mendesak dilakukan. Wapres Jusuf Kalla menyatakan tak menutup kemungkinan untuk melakukan impor menyikapi naiknya harga beras di awal 2018. Hal itu bisa dilakukan bila strategi-strategi menekan harga tak berhasil dilakukan.

Saat ini, harga beras jenis medium di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, tercatat naik dari Rp8.000 per kilogram menjadi Rp8.800 per kilogram. Sementara, harga beras jenis premium naik dari Rp12 ribu per kilogram menjadi Rp12.500 per kilogram.

“Opsi impor tidak dilarang. Kita minta untuk dijajaki tadi (dalam rapat), in case ada sesuatu yang perlu. Kalau memang makin naik, kita impor,” kata Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden RI, Jakarta, Rabu, (10/1/18).

Ada pun, menurut JK, strategi yang dilakukan sebelum impor adalah operasi pasar beras besar-besaran yang dilakukan Badan Urusan Logistik (BULOG) untuk memengaruhi jumlah stok beras di pasar. Selain itu, JK menuturkan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga sudah memproyeksi bahwa panen padi besar-besaran akan terjadi pada akhir Januari 2018. Dengan demikian, harga beras ditargetkan kembali stabil saat stok juga kembali melimpah.

JK sendiri menengarai buruknya cuaca di periode akhir 2017 hingga pergantian tahun menjadi sebab produksi sejumlah komoditas pangan, termasuk beras terganggu, hingga pada akhirnya berpengaruh kepada stok dan harga di pasar. “Akibat cuaca, dan lain-lain, ada kenaikan harga dari beberapa komoditi,” ujarnya.

Previous articleMegawati Tunjuk Puti Guntur Jadi Cawagub Gantikan Azwar Anas
Next articleMenperin: Sektor Manufaktur Penyumbang Ekonomi Nasional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here