Jakarta, PONTAS.ID – Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang juga rival Donald Trump dalam pemilihan presiden 2016, Hillary Clinton, memperingatkan pemerintah soal rencana pertemuan dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.
Hillary menyangsikan pertemuan tersebut akan berjalan sesuai keinginan karena pemerintahan Trump minim pengalaman dalam diplomasi.
“Jika Anda ingin berdialog dengan Kim Jong Un mengenai senjata nuklirnya, Anda membutuhkan diplomat-diplomat yang berpengalaman,” kata Hillary, kepada tabloid Belanda, Algemeen Dagblad, Minggu, (11/3/18).
Menurut mantan Ibu Negara itu, para diplomat sudah mengetahui seluk beluk Korut, bahkan sampai gaya bahasa yang digunakan. Namun dia mengakui saat ini tak banyak diplomat AS yang menguasai isu soal Korut. Banyak dari mereka yang sudah meninggalkan posnya.
“Anda tidak akan bisa berdiplomasi tanpa diplomat,” ujarnya, seraya menambahkan, bahaya sedang mengintip pemerintahan Trump, jika salah dalam mengambil keputusan.
Sebelumnya, mantan diplomat yang pernah menjadi dubes AS di PBB, Bill Richardson, juga memperingatkan pemerintahan Trump. Menurut dia, pertemuan dengan Kim Jong Un bukan reality show di televisi.
Trump akan berdialog dengan pemimpin negara yang memiliki sedikitnya 20 senjata nuklir. Senjata-senjata itu bisa diarahkan ke AS.
“Ini sebuah kesempatan yang nyata. Saya mengkhawatirkan ketidaksiapan dan soal kedisiplinannya. Tapi saya memuji atas tindakannya yang sangat berani dalam menerima undangan tersebut,” kata Richardson, kepada AFP.




























