New York, PONTAS.ID – Harga minyak mentah anjlok hingga lebih dari 2% pada perdagangan Selasa (24/9/2019) waktu setempat.
Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 2,3% menjadi US$ 57,3 per barel pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (24/9/2019).
Pada pukul 8.16 PM EDT perdagangan hari ini, harganya kembali turun 0,77% menjadi US$ 56,9 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah berjangka jenis Brent turun 2,6%, menjadi US$ 63,1 per barel pada perdagangan kemarin. Pada pukul 8.19 PM EDT perdagangan hari ini, harganya turun 0,86% menjadi US$ 62,6 per barel.
Asal tahu saja, harga minyak mentah tersebut jatuh ke level terendah sejak serangan 14 September 2019 di fasilitas minyak utama Arab Saudi, ditambah juga Presiden AS, Donald Trump, yang memantik kembali kekhawatiran akan konflik perdagangan AS-China.
Saat berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB dikutip dari Reuters, Rabu (24/9/2019) kemarin, Trump menuduh China melakukan praktik perdagangan tidak adil, termasuk hambatan pasar “besar-besaran”, manipulasi mata uang, dan pencurian kekayaan intelektual.
“Seperti yang sudah saya jelaskan, saya tidak akan menerima tawaran (kesepakatan yang) buruk,” kata Trump.
Pidato Trump tersebut meninggalkan pasar minyak dengan kesan suram bahwa itu bukan kesepakatan yang akan dilakukan dengan cepat, yang terus dapat menghambat pertumbuhan permintaan minyak global.
“Trump memulai lagi perang dagang AS-China,” kata John Kilduff, seorang mitra di Again Capital LLC di New York.
“Itu bukan nada yang konstruktif dalam mencoba menyelesaikannya, dan kami tahu betapa sensitifnya harga minyak terhadap fluktuatif,” tambahnya.
Penulis: Riana
Editor: Stevanny


























