Sergai, PONTAS.ID- Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) ramaikan pasar rakyat Seirampah, terlihat dengan banyaknya mobil plat merah (dinas) dan mobil pribadi parkir disepanjang jalan masuk ke pasar tersebut, Minggu (7/11/2021).
“Sesuai dengan surat Bupati Sergai nomor 18.29/005/6471/2021, seluruh Kepala OPD beserta jajarannya diminta hadir dalam kegiatan ini. Terkhusus juga disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan serta Camat Sei Rampah untuk menghadirkan seluruh jajarannya untuk ikut meramaikan transaksi di pasar ini,” kata Bupati disela-sela belanja bersama.
Kegiatan hari ini, lanjut Bupati merupakan lanjutan dari Minggu lalu dan belanja bersama ini, adalah bentuk usaha dan komitmen Pemkab Sergai untuk memberikan jalan keluar yang paling solutif bagi para pedagang pindahan dari Pekan Lelo yang direlokasi.
“Mengajak para ASN dari seluruh OPD di Pemkab Sergai untuk datang beramai-ramai dan berbelanja di Pasar Relokasi ini, sebagai bentuk dukungan untuk keberhasilan kebijakan pemerintah dan meningkatkan optimisme para pedagang di lokasi baru,” jelas Bupati tetapi tidak merinci sampai berapa Minggu instruksi ini dilakukan.
“Sebagai pemikat Pemkab Sergai melakukan Gebyar Pasar, di mana para pembeli yang datang akan mendapatkan hadiah, berupa barang-barang kebutuhan yang dibeli di pasar relokasi ini. Pengunjung akan mendapatkan kupon lucky draw yang kemudian akan diundi dan diumumkan di hari yang sama. Dengan adanya inovasi ini, semoga semakin menarik minat dan antusiasme warga, khususnya masyarakat Sei Rampah, untuk rutin berbelanja di sini,” harap Bupati.
Bupati Darma Wijaya menyebut, kebijakan relokasi ini bertujuan penting, bagi rencana tata kota Sei Rampah sebagai ibu kota kabupaten.
“Relokasi ini berdampak positif agar pasar di Sei Rampah bisa tersentralisasi, sehingga bisa ditata lebih maksimal. Selain itu, lokasi eks-pekan Lelo juga masuk dalam lintasan area rencana pelebaran jalan Sei Rampah. Dan yang tak kalah penting, ditinjau dari berbagai aspek dasar, seperti legalitas dan lingkungan, Pekan Lelo memang tidak layak untuk beroperasi karena tidak memiliki izin,” imbuhnya juga tanpa menyebutkan kalau pertapakan itu, apakah milik Pemkab atau pribadi.
“Pemkab Sergai sudah 15 kali melaksanakan mediasi dengan para pedagang, baik lewat Dinas Perindag sebanyak 9 kali, Bagian Hukum 4 kali dan 2 kali mediasi dilakukan oleh Satpol-PP. Pemkab mengutamakan jalur persuasif dan pendekatan humanis, bukan aksi represif, karena bagaimanapun pemerintah tidak mungkin menyengsarakan masyarakatnya,” tegas Darma Wijaya.
Hal senada Wabup Sergai, Adlin Umar Yusri Tambunan, yang juga hadir dalam kegiatan Belanja Bersama ini, menyampaikan rasa syukur saat meninjau suasana pasar yang kian kondusif.
“Alhamdullilah, kondisi pasar sudah ramai dengan kegiatan jual beli. Para pedagang dan pembeli juga tertib. Tak kalah penting prokes dijalankan. Bahkan rata-rata pedagang di sini sudah divaksin. Kami juga tadi sekaligus meninjau untuk melihat hal apa saja yang perlu dikembangkan dan diperbaiki lagi,” ucapnya.
Turut hadir dan berbelanja, Ketua TP-PKK Sergai Ny. Rosmaida Saragih, Ketua GOPTKI Ny. Aini Zetara, Anggota DPRD Sumut dari PKB, Loso Mena, para kepala OPD dan Camat Sei Rampah Rahmat Suhendra Damanik, serta unsur lainnya.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Yos Casa Nova F




























