Milenial: Nasir Djamil ‘Paket Lengkap’ Pimpin Aceh 2024

Jakarta, PONTAS.ID – Kaum Milenial Aceh mendesak sosok Anggota DPR RI komisi III, Muhammad Nasir Djamil untuk maju menjadi kandidat Gubernur Aceh tahun 2024 mendatang.

Hal itu dilakukan lantaran sosok politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai mempunyai kredibilitas tinggi dalam menyuarakan hak-hak rakyat Aceh di kancah Nasional maupun Internasional.

“Sudah terbukti dari jam terbang selama menjadi anggota parlemen empat periode berturut-turut. Beliau begitu kritis dalam memperjuangkan suara rakyat,” ungkap perwakilan Milenial kota Banda Aceh, M. Ramadhan saat saat dihubungi PONTAS.id, Sabtu (1/10/22).

Ia menuturkan, sudah saatnya estafet kepemimpinan di Nanggroe Aceh Darussalam ini diambil alih oleh kaum muda yang mempunyai kualitas, elektabilitas dan intelektualitas sehingga mampu membawa Aceh kembali ke masa jayanya seperti dipimpin oleh Sultan Aceh terdahulu.

“Sepeninggal Sultan Iskandar Muda para penggantinya tidak mampu mempertahankan kebesaran Aceh. Sebab itu, kami mendesak Bapak Nasir Djamil untuk maju menjadi kandidat Gubernur Aceh demi mengembalikan masa kejayaan itu,” tukasnya.

Senada, dorongan itu juga disampaikan oleh kaum Milenial wanita di Aceh Besar, Rachel Sukma Fachlia, ia berharap M. Nasir Djamil bersedia maju menjadi kandidat Gubernur untuk Aceh yang lebih maju. Saat ini, permasalahan yang dihadapi kaum Milenial dan generasi Z adalah minimnya lapangan pekerjaan.

“Kawan-kawan di Aceh butuh Lapangan pekerjaan,” sebutnya

Milenial yang tengah menempuh jenjang magister ini menilai langkah yang ditempuh pemerintah Aceh untuk membuka lapangan pekerjaan sudah banyak. Di antaranya, membuka Kawasan Indutri Aceh (KIA) di Ladong Aceh Besar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe, Badan Penguasaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Destinasi Wisata Bahari serta program-progam lainnya.

“Tapi apa? semua itu hanya gagasan yang dituliskan di atas kertas,” celetuknya

Foto : Rachel (Kanan nomor dua) perwakilan Milenial perempuan

Lebih lanjut, baginya program Pemerintah Aceh lebih kepada serimonial belaka demi menaikan rating popularitas. Padahal, NOL alias tidak ada manfaatnya untuk masyarakat. Sebab itu, tambahnya, Aceh butuh sosok seperti Nasir Djamil yang berpengalaman dan matang untuk mengelola pemerintahan Aceh agar terbebas dari kemiskinan.

“Kami seluruh jaringan Milenial yang ada di akar rumput mendukung penuh Pak Nasir Djamil untuk memimpin Aceh di tahun 2024,” tandasnya

Dukungan untuk menjadi Pemimpin di provinsi paling barat Indonesia tak putus sampai di situ. Hal yang sama diungkapkan Perwakilan kaum Milenial Lhokseumawe, Aceh Utara, M.Iqbal. Menurutnya, sosok pemimpin Aceh yang akan datang wajib mempunyai wawasan berbangsa dan bernegara serta agamis.

Foto : M Iqbal, perwakilan Milenial Lhokseumawe bersama kawan-kawan (Kanan nomor dua)

“Kalau pemimpin memiliki dasar keimanan yang kuat, ia akan terhindar dari berbagai cobaan duniawi, sehingga tidak serakah dan memperkaya diri sendiri. Nah, Bapak Nasir Djamil selain cerdas, ia juga dikenal agamis. Dia adalah paket lengkap untuk memimpin Bumi Seuramo Mekkah ini,” ucapnya

Tanggapan M. Nasir Djamil

Terpisah, menjawab desakan para Milenial Aceh. M. Nasir Djamil pun buka suara. Ia mengaku siap jika diberikan amanah untuk menjadi pemimpin Aceh di masa yang akan datang. Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui PONTAS.id di komplek Parlemen, Senayan Jakarta beberapa Waktu lalu.

“Saya pikir dengan pengalaman di legislatif selama hampir 25 tahun, maka tidak mungkin tidak siap,” ucap politisi Fraksi PKS itu.

Ia mengatakan Aceh merupakan daerah syariat. Jadi, pihaknya akan bekerjasama dan meminta kepada para ulama untuk mendalami dan mengelaborasikan nilai-nilai Islam. Sementara pemerintah fokus menggerakkan dan mengangkat perekonomian masyarakat.

Ketua Forbes DPR dan DPD RI asal Aceh itu menyampaikan akan manfaatkan dan mengoptimalkan semua sumber daya alam yang dimiliki, baik di sektor kelautan, pertanian maupun pertambangan. Sumber daya alam di Aceh cukup melimpah, tambah dia, namun tidak ada industri untuk mengolahnya. Untuk mewujudkan kemandirian, Aceh harus mempunyai industri pengolahan dan Industri berskala ekspor.

“Dengan demikian, diharapkan punya nilai tambah dan mampu menyerap tenaga kerja,” tutupnya

Penulis: Rahmat Mauliady

Editor: Yos Casa Nova F

Previous articleBupati Darma Wijaya Apresiasi DPRD Sergai, 2 Ranperda Disahkan
Next articlePartai Nasdem Sergai Buka Pendaftaran Bacaleg 2024, Joni Walker Manik: Tanpa Mahar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here