Jelang Ramadhan, Pemkab Banjar Jamin Stok Minyak Goreng Aman

ADVERTORIAL

Kabupaten Banjar, PONTAS.ID – Pemerintah sudah menetapkan harga jual minyak goreng Rp14 ribu per liter. Faktanya, harga itu jauh panggang dari api. Pasalnya, tidak semua distributor dan supplier menyesuaikan dengan harga tersebut.

“Karena komponen biayanya sudah terlebih dahulu mahal serta biaya produksinya yang tinggi jadi sulit menjual dengan standar harga itu,” kata Kepala Bidang Perdagangan Akhmad Mahmud di Martapura, Rabu (9/3/2022) tadi.

Menurut Mahmud, langkanya minyak goreng di Indonesia karena kenaikan dari sisi permintaan. Banyak masyarakat langsung berpikir untuk menyetok minyak goreng di rumah sehingga persediaan di pasar makin berkurang.

Penyebab naiknya harga minyak goreng akibat kenaikan permintaan CPO untuk pemenuhan industri biodiesel seiring dengan penerapan kebijakan B30. Faktor lainnya, yaitu gangguan logistik selama pandemi Covid-19 seperti berkurangnya jumlah kontainer dan kapal.

“Hasil pantauan kami memang terjadi kekurangan pasokan minyak goreng di distributor juga berkurangnya angkutan kontainer dari Jawa serta ongkos pengiriman yang mahal. Akibatnya, supplier dan distributor kesulitan menentukan harga jual,” ungkap Mahmud.

Terkait stok minyak goreng di Kabupaten Banjar, Pemerintah Kabupaten Banjar terang Mahmud menjamin aman. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang serta tidak dibumbui oleh tindakan dari oknum nakal memanfaatkan momen kelangkaan.

Penulis : Muhammad Amin

Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleKunjungi Nelayan Korban Kapal Tenggelam, Ini Harapan Bupati Sergai
Next articleWarga Wafat Didominasi Belum Menerima Vaksin