Tolak Sebutan ‘Putri Mahkota’ Cabup Banjar, Ini Penjelasan Mukaramah

Kabupaten Banjar, PONTAS.ID – Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Mukaramah menegaskan tidak akan mencampuri urusan pemerintahan, terlebih penyusunan dan penempatan pejabat apabila ayahnya Calon Bupati Banjar nomor urut 3, Rusli yang berpasangan dengan Muhammad Fadlan Asyari menang pilkada.

“Abah (Cabup Rusli) sudah wanti-wanti sebelumnya soal itu. Keluarga, terlebih anak-anak abah jangan ikut campur mengatur soal penunjukan pejabat pemerintahan apabila nanti sudah menjabat sebagai Bupati Banjar,” kata putri Cabup Rusli ini di ruang Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Senin (23/11/2020).

Dikatakan dia, Cabup Rusli menginginkan anak-anaknya, terlebih yang saat ini menjadi legislator di DPRD Banjar untuk tetap bekerja secara profesional sesuai dengan kapasitas dan kewenangan.

“Abah menyampaikan ke saya dan Agus Maulana tetap bekerja profesional sebagai legislatif. Kalaupun nanti menjalin komunikasi tetap secara kelembagaan antara eksekutif dan legislatif,” kata dia lagi.

Apalagi, sambung dia, ikut campur dalam urusan pelaksanaan pembangunan atau proyek pemerintah, Cabup Rusli dengan tegas melarang hal tersebut.

“Abah juga menekankan anak-anak dan keluarganya jangan ikut campur dalam penunjukan pelaksana proyek pemerintah. Apalagi sampai meminta fee proyek, abah sangat melarang itu,” sambung politikus perempuan dari Fraksi Golkar ini.

Lebih lagi, beber dia, Cabup Rusli meminta untuk tidak didatangi ke ruang kerjanya apalagi kediaman atau pendopo Bupati Banjar untuk urusan pribadi atau keluarga.

“Urusan antara abah dan anak-anaknya ataupun keluarga itu nanti di rumah pribadi. Itupun pada saat ada acara keluarga. Kalau di kantor atau dikediaman bupati itu urusan pekerjaan dan menerima kunjungan dari masyarakat,” beber anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar ini.

Dipastikan dia, anak-anak maupun keluarga Cabup Rusli menghormati dan menjaga wanti-wanti tersebut. Dan juga akan aktif membantu dalam merealisasikan visi misi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar nomor urut 3 apabila sudah dilantik secara konstitusi sebagai pucuk pimpinan pemerintahan kota berjuluk Serambi Mekkah periode 2021-2024.

“Tapi, nantinya tetap mengikuti sesuai koridor. Saya maupun Agus Maulana bekerja tetap sebagai anggota legislatif menjalankan tugas dan fungsi kedewanan untuk mengawal pemerintahan Rusli-Guru Fadlan,” terang dia.

Diharapkan dia, apabila nanti ayahnya Rusli, menjadi Bupati Banjar periode 2021-2024, tidak ingin ada anggapan dimasyarakat untuk anak-anaknya sebagai putra atau putri mahkota yang menciptakan kesan buruk ikut campur mengatur pemerintahan.

“Saya tidak mau sebutan itu. Karena kesannya akan sangat buruk. Sedangkan kami tau niat abah ingin menjadi Bupati untuk masyarakat dan daerah, bukan untuk anak-anak dan keluarganya. Sedangkan kami anak-anak abah sudah lebih dari cukup dengan yang ada saat ini,” harap dia.

Diingat dia, ayahnya Cabup Rusli juga kerap mengatakan untuk tidak akan terpengaruh bisikan dari anak-anak dan keluarganya, namun lebih mendengarkan masukan dari para ahli yang kompeten sebelum mengambil dan membuat kebijakan.

“Terutama masukan dari para alim ulama jika menyangkut soal keagamaan dan orang-orang ahli dalam konteks tata kelola pemerintahan,” tutup dia.

Penulis: M. Apriani
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here