Gandeng Kolinlamil, KSOP Akan Tertibkan Bagan Tancap Liar di Perairan Marunda

Jakarta, PONTAS.ID – Banyaknya bagan-bagan ikan dan kerang hijau yang menghiasi perairan Marunda menuai sorotan. Pasalnya, bagan tersebut dinilai mengganggu alur lalu lintas transportasi kapal.

“Kalau seandainya ada kejadian seperti kapal tongkang menabrak bagan-bagan ikan para nelayan pasti akan menghambat pelayaran yang berujung pada terhambatnya pembangunan nasional kita,” ujar Asisten Potensi Maritim Panglima Komando Lintas Laut militer (Kolinlamil) Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara saat ditemui PONTAS.id usai menghadiri diskusi dengan nelayan di Hotel Ibis, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/2/2022).

Menurutnya, Kolinlamil hanya sebagai pembina angkutan laut nasional. Di sisi lain, hal ini terjadi atas ketidaktahuan nelayan tentang zona wilayah untuk budidaya ikan khususnya mengenai bagan.

“Nelayan ini adalah salah satu pilar yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sebab itu, mari bersama-sama kita gencarkan sosialisasi kepada mereka tentang aturan dan zona lokasi. Jika dibutuhkan TNI AL siap membantu mencari tahu apakah lokasi tersebut telah sesuai untuk melakukan kegiatan perikanan,” ucapnya

Pada pertemuan ini, Eka Yudhistira sebagai salah satu narasumber perwakilan Dinas kelautan dan perikanan provinsi Jawa barat menyebutkan bahwa setiap aktivitas perikanan wajib mempunyai perizinan berusaha. Hal itu tertuang dalam Pasal 26 ayat 1 UU Cipta Kerja Terkait UU No. 31 Tahun 2014 Tentang perikanan.

“Setiap orang yang melakukan usaha perikanan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia wajib memenuhi Perizinan Berusaha dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat,” bunyinya

Selanjutnya, Pasal 92 UU Cipta Kerja Terkait UU No. 31 Tahun 2014 Tentang perikanan kembali menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia melakukan usaha perikanan yang tidak memenuhi Perizinan Berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000.

“Aturannya sangat jelas, namun kami di Jawa barat biasanya memberikan sanksi berupa administrasi terlebih dahulu,” ujarnya

Kemudian, Riyadi Akbar yang mewakili Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kota Administrasi Jakarta Utara mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin terkait penggunaan bagan tancap di Perairan Marunda.

“Bagan tidak dibolehkan, apalagi jika menghalangi alur laut Pelabuhan. Tetapi, faktanya hingga saat ini bagan tancap ramai digunakan lantaran produksinya mudah, dan dijadikan sebagai mata pencaharian oleh nelayan,” ucapnya

Sementara itu, Kubil salah satu nelayan yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan bersedia jika ke depan nanti dilakukan penertiban. Asalkan, pemerintah memperhatikan nasib nelayan dengan mencarikan solusi yang terbaik.

“Iya, semua aturan itu benar semua, kami dari nelayan masih banyak kekurangan. Saya setuju untuk ditertibkan, tapi jangan sampai nelayan dibuat susah, tolong pikirkan nasib kami juga kemana kami harus mencari makan,” tukasnya

Terpisah, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda Isa Amsyari yang menjadi inisiator dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa pertemuan itu digelar untuk mencari win-win solution atas permasalahan yang timbul akibat bagan ikan di perairan Marunda.

“Kami berdiskusi dengan nelayan dan stakeholder terkait mengenai banyaknya bagan ikan dan kerang yang mengganggu alur lalu lintas transportasi kapal. Saya harapkan dengan adanya pembahasan seperti ini para nelayan ke depan bisa mendapatkan ikan dan penghasilan yang layak, tentunya dengan cara yang benar dan sesuai dengan aturan yang ada serta tidak menghalangi kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Marunda,” tandasnya

 

Penulis: Suwarto

Editor: Rahmat Mauliady

 

Previous articlePimpinan dan Anggota DPD Sub Wilayah Timur I Siap Tingkatkan Penyerapan Aspirasi Daerah
Next articleGandeng PT Socfindo, Pemkab Sergai Gelar Vaksinasi Booster

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here