Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara meriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-76 dengan menggelar lomba virtual. Selain membangun semangat kemerdekaan, lomba juga sebagai ajang silaturahmi antar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di Jakarta Utara.
Walikota Kota Aministrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan lomba Hari Kemerdekaan Indonesia ini menyesuaikan dengan masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Setiap peserta mengikuti dari kantor baik Bagian Sekretaris Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Unit Perangkat Kerja Daerah (UKPD), kecamatan, kelurahan, maupun kediamannya masing-masing sehingga tetap mengedepankan protokol kesehatan.
“Kita hari ini mengadakan lomba virtual dalam rangka memperingati, merayakan, dan meramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi kepada semua jajaran ASN dan pegawai di Jakarta Utara,” kata Ali saat ditemui di Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara, Senin (16/8).
Ali menerangkan terdapat enam jenis lomba dalam memeriahkan hari kemerdekaan kali ini, diantaranya lomba makan kerupuk, menghias ruangan bertemakan HUT RI, cerdas cermat tentang penanggulangan Covid-19, video blog (vlog), senam kebugaran jasmani, dan karaoke.
Bukan mencari pemenang, diselenggarakannya lomba ini hanya untuk meramaikan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76.
“Tentu lomba ini tidak mencari siapa yang menang, siapa yang paling hebat, dan paling juara tetapi ini untuk meramaikan hari kemerdekaan saja dan juga salah satu bentuk silaturahmi antara ASN dan pegawai yang selama ini kita sering kali kurang untuk bertatap muka karena pandemi Covid-19, ada ASN dan pegawai yang WFH (Work From Home) dan WFO (Work From Office),” jelasnya.
Selain itu, ditegaskan Ali perlombaan virtual ini juga sebagai contoh bagi masyarakat apabila ingin mengadakan kegiatan memeriahkan hari kemerdekaan dengan penyesuaian pandemi Covid-19. Apabila tidak dapat menyesuaikan penerapan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian, dan mengurangi mobilisasi), lebih baik tidak perlu mengadakannya.
“Apabila melaksanakan kegiatan-kegiatan yang serupa dalam bentuk lomba-lomba di wilayah masyarakat tetap utamakan 5M. Jadi jangan dipaksakan. Kalau tidak memungkinkan, tidak perlu di laksanakan,” tegasnya.
Penulis: Suwarto
Editor: Rahmat Mauliady




























