Khusus Warga Jabodetabek, Pahami 16 Aturan PPKM Darurat Ini

Ilustrasi Operasi Yustisi oleh TNI Polri mencegah penyebaran pandemi Covid-19 Foto: Polda Sumut

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan laju penyebaran Covid-19.
PPKM Darurat diterapkan di Jawa dan Bali mulai 3-20 Juli 2021.

Dengan demikian, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) juga menerapkan kebijakan PPKM Darurat.

Berikut 15 aturan PPKM Darurat yang ditetapkan Pemerintah:

  1. Sektor Non-Esensial 100 persen work from home (WFH);
  2. Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online;
  3. Sektor Esensial, diberlakukan maksimal 50 persen work from office (WFO) dengan protokol kesehatan ketat. (Sektor esensial mencakup keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid19, serta industri orientasi ekspor);
  4. Sektor Kritikal diperbolehkan 100 persen work from office dengan protokol kesehatan ketat. (energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar, seperti listrik dan air , serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari);
  5. Supermarket, Pasar Tradisional, Toko Kelontong, dan Pasar Swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari diperbolehkan beroperasi sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen, sedangkan untuk apotek dan toko obat bisa beroperasi selama 24 jam;
  6. Pusat Perbelanjaan/Mal/Pusat Perdagangan ditutup;
  7. Makan/Minum di Tempat (dine-in) di warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dilarang. Semuanya hanya melayani delivery/take away;
  8. Kegiatan Konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan protokol kesehatan ketat;
  9. Tempat Ibadah yang meliputi masjid, mushola, gereja, pura, viraha, dan klenteng, ditutup sementara;
  10. Fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya ditutup sementara;
  11. Keramaian, seperti kegiatan Sosial seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara;
  12. Transportasi Umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) boleh beroperasi dengan kapasitas maksimal 70 persen dengan protokol kesehatan ketat;
  13. Resepsi Pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan protokol kesehatan ketat dan tidak boleh makan di tempat resepsi;
  14. Perjalanan Domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bis dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta antigen (H-1 keberangkatan) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya;
  15. Aktivitas di Luar Rumah wajib menggunakan masker dan penggunaan face shield tidak diizinkan tanpa penggunaan masker;
  16. PPKM Mikro RT/RW zona merah tetap diberlakukan.

Demikian dikutip dari laman resmi Divisi Humas Polri

Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here