Korbankan Anak-Anak Palestina, SMSI: Militer Israel Barbar!

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, mengecam aksi pengeboman oleh Angkatan Bersenjata Israel terhadap bangunan kantor Al Jazeera dan Associated Press (AP) di Gaza, Palestina. Aksi itu dinilai sebagai tindakan barbar seperti saat di mana manusia belum mengenal hukum dan aturan.

“Tidak pantas tentara Israel melakukan perbuatan barbar di zaman yang sudah modern ini. Jangan biarkan tindakan barbar tentara Israel,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus didampingi Sekretaris Jenderal SMSI, M. Nasir dalam keterangan persnya, Minggu (16/5/2021).

Firdaus sangat menyayangkan aksi brutal itu, sebab, selain bangunan tersebut digunakan oleh Al Jazeera dan AP juga menampung berbagai kantor berita di dalamnya.

Melihat konflik yang seolah tidak berujung ini, Firdaus yang juga pemilik Majalah Teras dan Group ini juga cemas akan terus bertambahnya korban jiwa akibat pertempuran antara Palestina dan Israel.

Terburuk sejak 2014
Sementara itu, dari data terakhir yang dihimpun, diperkirakan konflik baru ini telah menimbulkan 149 korban jiwa manusia di Palestina, 41 di antaranya adalah anak-anak yang mayoritas berada di wilayah Gaza.

Sementara Israel sendiri baru melaporkan ada 10 warga mereka yang meninggal termasuk dua anak-anak.

Hari ini, Dewan Keamanan PBB (DK PBB) diagendakan akan menggelar pertemuan yang membahas situasi Israel dan Palestina.

Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan ketiga DK PBB soal isu kedua negara.

Sebelumnya, DK PBB sempat mencoba untuk mengeluarkan resolusi atau pernyataan bersama terkait pertempuran Israel – Palestina pada Kamis lalu. Namun, upaya itu mendapat pertentangan dari Amerika yang menganggap rancangan DK PBB “kontra-produktif”.

Selain itu, Amerika juga ingin mengupayakan langkah diplomasi langsung ke Palestina dan Israel terlebih dahulu. Dan, akhirnya disepakati rapat yang digelar hari Minggu ini.

Sejauh ini, langkah diplomasi yang dilakukan Amerika sejak hari Jumat belum membuahkan hasil. Ketegangan antara Palestina dan Israel, yang terburuk sejak tahun 2014, tetap saja meningkat dengan indikasi gencatan senjata belum tampak. Hal inilah yang nantinya akan dibahas di DK PBB.

Tantangan ke depan dari apapun hasil rapat DK PBB soal de-eskalasi adalah milisi Palestina, Hamas. Mereka berperan besar dalam pertempuran dengan Israel.

Kebanyakan negara, terutama negara Barat, tidak memiliki kontak dengan organisasi tersebut yang mereka cap sebagai kelompok teroris. Di sisi lain, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, tidak punya pengaruh besar ke Hamas.

Penulis: Heru Mindarto
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleMiliki Hubungan Historis, Kemerdekaan Palestina Adalah Misi Konstitusi Kita
Next articleBamsoet Ingatkan Pentingnya Kebersamaan dan Gotong Royong Hadapi Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here