Genjot Gratieks, Kopi Asal Jateng Rambah Pasar Jepang

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Karantina Semarang, Parlin Robert Sitanggang mengatakan, kopi selalu menjadi pilihan utama untuk diminum di cafe atau rumah. Kopi jenis robusta mempunyai daya saing tinggi di pasar ekspor dan sudah menembus ke pasar Jepang, Rusia, India, Italia dan Mesir.

“Kopi robusta dan arabica merupakan jenis kopi yang paling diminati di pasar global. Kopi robusta memiliki kadar pahit dan kafein 50 % dibandingkan kopi arabika sehingga permintaan pasar cukup tinggi,” jelas Parlin.

Berdasarkan data Iqfast diketahui ekspor kopi melalui Semarang tahun 2019 mencapai 6.660 ton senilai 224 milyar rupiah. Pada tahun 2020 mengalami kenaikan hingga mencapai 8.350 ton senilai 230 milyar rupiah.

Pemeriksa karantina tumbuhan, Sri Handayani melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan terhadap 12 ton kopi senilai 327 juta rupiah sebelum bertolak ke Negeri Sakura. Setelah dinyatakan sehat dan aman dikonsumsi, maka kopi siap berlayar ke Jepang.

“Sudah tidak asing lagi kan dengan kopi Jawa Tengah yang memiliki aroma dan rasa khas. Penikmat kopi di penjuru negeri menunjukan tren yang meningkat sehingga menjadi daya tarik para pecinta kopi lokal hingga mancanegara,” tandasnya

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Luki Herdian

Previous articleManfaatkan Sebaik-baiknya Peluang di Masa Pandemi untuk Kepentingan Bangsa
Next articleKPK Bidik Proyek DP Nol Rupiah, Anies Buru-buru Copot Bos Sarana Jaya