
Malang Raya, PONTAS.ID – Wilayah Kabupaten Malang yang hampir 80 persen masyarakatnya berusaha di bidang Pertanian dan tanaman pangan mengharap agar Pemerintah Kabupaten Malang untuk bisa mendengarkan aspirasi masyarakat terutama kalangan petani.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Muslimin mengatakan Wilayah Kabupaten Malang potensi mayoritasnya di sektor Pertanian maka harus di optimalkan dan terus lebih baik, untuk itu Pemerintah harus hadir.
“Kami minta agar Pemerintah harus hadir untuk menjadi fasilitator saat petani ada kesulitan dan perlu bantuan di bidang pertanian,” Kata Muslimin usai sosialisasi anggota dewan bidang pertanian di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Kamis (25/02/2021).
Soal pupuk bersubsidi, Dijelaskannya kepada petani bahwa untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, Petani harus mempunyai kartu tani tapi sayangnya kuota Kabupaten Malang untuk pupuk berkurang 7 persen dari tahun lalu.
“Permasalahan pupuk bersubsidi yang tiap tahun selalu muncul, karena kouta dari pusat tidak singkron dengan kuota yang ada di daerah, untuk itu tujuan Dewan turun ini melihat permasalahan permasalahan setelah itu baru kita sampaikan pada dinas terkait,” Jelasnya.
Diharapkannya, Disaat akan musim tanam, pemeliharaan dan panen diharapkan nantinya Pemkab Malang harus siap membantu, karena Pemerintah itu adalah pelayan buat rakyatnya.
“Kepedulian dan bantuan Pemkab Malang di bidang pertanian sangat di perlukan oleh para petani kita, dengan pertanian yang kuat bahan pangan tersedia maka rakyat akan sehat sejahtera,” pungkas politisi asal PKB Kabupaten Malang ini.
Sekedar diketahui, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang mengadakan kunjungan kerja di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Kamis (25/02/2021).
Dalam kunjungan tersebut, Juga mensosialisasikan Program Pemerintah Daerah di bidang pertanian serta ingin menyerap aspirasi di bawah terutama kalangan petani.
DPRD Kab Malang melihat bahwa potensi disektor pertanian yang ada perlu mendapatkan inovasi-inovasi baru dalam pengembangan induatri pertanian ke arah modernisasi.
Penulis : Achmad soeseno / Bagus.
Editor : Agus Dwi Cahyono


























