Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi VI DPR, Nasim Khan mengapresiasi Badan Usaha Negara (BUMN) yang telah memberikan pendapatan ke negara dalam bentuk dividen sebesar Rp 377,8 triliun dan pajak senilai Rp 1.518,7 triliun selama periode 2010-2019.
Namun, kata Nasim, sumbangan BUMN baik dalam bentuk deviden dan pajak pada negara itu belum cukup ideal dan membahagikan. Pasalnya, dari 142 perusahaan plat merah itu, masih banyak perusahaan yang mengalami kerugian.
“Saya mengapresiasi BUMN yang sudah setor dividen ke Negara sebanyak Rp377,8 triliun dan penerimaan pajak BUMN Selama 2010-2019 sebesar Rp.1,518,7 Triliun, apakah ini dianggap ideal atau belum mencapai target dan apakah ini penerimaan pajak yang membahagiakan? menurut Saya belum ideal dan belum membahagiakan,” kata Nasim Khan di Jakarta, Rabu (17/02/2020).
“Dikatakan ideal dan membahagikan itu, apabila 142 BUMN tersebut sudah memberikan pendapatan yang sesuai dengan target dan memberikan pajak yang maksimal dan kemudian tidak ada perusahaan yang masih mengalami kerugian,” sambung Nasim.
Kata Politikus PKB ini, tercatatat Pendapatan yang diraih dari seluruh BUMN hingga akhir November 2019 mencapai Rp 210 triliun Tepatnya, 76 persen dari total Rp 210 triliun dan hanya disumbangkan dari 15 perusahaan BUMN
“Sedangkan perusahaan lain belum optimal (pendapatannya),” katanya.
Diketahui, sejumlah perusahaan Plat merah masih mengalami kerugian di tahun 2019. Diantaranya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Indofarma (Persero) Tbk, PT PAL Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Kertas Leces (Persero).
Untuk itu, anak buah Muhaimin Iskandar ini meminta kepada Erick Thohir dan jajarannya untuk bekerja lebih keras lagi agar perusahaan BUMN bisa memperoleh hasil yang maksimal.
“Kementerian BUMN harus lebih bekerja keras lagi untuk memaksimal BUMN-BUMN agar lebih optimal lagi dan dalam memberikan laba yang lebih banyak lagi ke Negara,” ujar dia.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Hendrik JS


























