Kabupaten Banjar, PONTAS.ID – Banjir menghantam wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) tepatnya di wilayah RT 04 Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar sangat memilukan hati.
Salah satu warga bernama Puriah (45) menceritakan sejak wilayahnya dihantam banjir besar, ia dan keluarganya sudah 2 hari belakang harus menahan lapar dan haus karena belum ada bantuan diterima baik dari Pemda maupun Pemerintah Pusat.
“Kami disini selama terdampak banjir sempat dua hari tidak makan,” cerita dia dengan mata berkaca-kaca menahan tangis kepada PONTAS.ID, Jum’at (22/1/2021).
Ditambahkan dia, selama banjir setiap hari warga RT 4 beberapa orang terpaksa mencari donasi di jalan protokol dari pengendara yang melintas.
“Uangnya dibelikan bahan makanan untuk warga korban banjir yang mengungsi di posko RT 4,” terang dia.
Lebih parah, ia bersama korban banjir di RT 4 mengalami krisis air bersih dan terpaksa mengkonsumsi air banjir untuk memasak dan minum. “Bahkan, untuk susu bayi warga terpaksa dengan air banjir,” sedih dia.
Bayi dan anak warga korban banjir ada beberapa yang sudah terserang sakit seperti diare akibat mengkonsumsi air banjir. “Anak saya juga saat ini masih sakit,” beber dia.
Dikatakan dia, sebelumnya terpaksa mengayuh perahu sampan lebih dari satu setengah jam untuk mencari bantuan makanan warga korban banjir. “Namun, sering tidak dapat bantuan makanan,” keluh dia.
Bantuan, sambung dia, pernah diberikan kepala desa setempat, namun hanya sekali,setelah itu tidak ada lagi.
“Ada bantuan sekali, enam puluh butir telur, dua liter minyak goreng, dua kotak teh. Untuk sekalu makan saja tidak cukup. Karena warga disini jumlahnya ratusan jiwa,” terang dia.
Bantuan justru didapatkan dari kenalan yang tinggal dari Kota Banjarbaru yang miris dengan kondisi warga RT 04 Desa Pematang Baru.
“Saya ceritakan kondisi warga disini dia langsung nangis dan kasih bantuan,” sebut dia.
Sementara itu, Ketua RT 04 Desa Pematang Baru Ahmad mengatakan ketinggian air banjir saat ini mulai surut sebatas lutut orang dewasa di dalam rumah warga.
“Sebelumnya, ketinggian air sampai ada yang sebatas dada orang dewasa,” kata dia.
Dikatakan dia, warganya mulai mengevakuasi diri sendiri mencari tempat aman dari banjir sejak hari Rabu (13/1/2021) lantaran ketinggian air terus naik menyusul hujan lebat berhari-hari.
“Sebagian ada yang mengungsi ke Kecamatan Martapura mengevakuasi diri sendiri. Dari pemerintah tidak ada yang datang untuk mengevakuasi warga meski kondisi sudah sangat berbahaya untuk tetap bertaham ditengah banjir,” jelas dia.
Penulis: M Apriani
Editor: Luki Herdian



























