Penuh Kejanggalan, Begini Penyaluran BST di Kelurahan Lubang Buaya

Jakarta, PONTAS.ID – Pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur terkesan janggal alias tidak transparan.

Kejanggalan pertama, wartawan tidak diperbolehkan meliput langsung saat penyerahan bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 ini.

Bahkan, Lurah harus menurunkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk menghadang wartawan meliput, “Silakan meliput dari luar saja. Kami mengikuti apa kata pak Lurah,” kata Dianu Malan mengaku Ketua FKDM kelurahan Lubang Buaya kepada PONTAS.id di salah satu lokasi pembagian, SD Negeri 13, Selasa (12/01/2021).

Merujuk Pasal 18 Undang-undang Nomor 40/1999 tentang Pers: “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalang-halangi kemerdekaan pers dan kerja-kerja jurnalistik dapat dipidana kurungan penjara selama dua tahun, atau denda paling banyak Rp500 juta,” demikian bunyinya.

Dede Syaifullah, Lurah Lubang Buaya membantah dirinya melarang wartawan meliput pembagian BST. “Yang berkepentingan saja yang boleh masuk, karena ruangan terbatas. Jadi untuk pelarangan saya rasa tidak ada,” ujar Dede.

Kejanggalan berikutnya, Dede selaku Lurah juga mengaku hanya dilibatkan secara terbatas dalam penyaluran BST yang dibagikan di 4 lokasi penyaluran, SMAN 113, SDN 13, SDN 06 dan SDN 04 untuk warga Kelurahan Lubang Buaya .

“Jumlah warga yang mendapatkan BST itu beragam. Dinas Sosial dan bank DKI berkoordinasi terkait data penerima BST, Dinas Pendidikan terkait tempat pembagian. Jadi Dinsos dan Bank DKI yang lebih paham soal data,” tandasnya.

Penulis: Fajar Virgyawan Cahya /Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here