Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Mufti Mubarok mengingatkan manajemen PT Kereta Api Indonesia tidak menaikkan harga tiket kereta api (KA) menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sebab, penumpang selaku konsumen juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menjalani rapid test.
“Kasihan konsumen, tiketnya naik, kemudian bayar rapid test antigen Rp.105 ribu. Memang harga rapid testnya masih wajar tapi harga tiket jangan dinaikkan lagi,” jelas Mufti kepada wartawan saat melihat pelaksanaan rapid test di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).
Sebelumya, PT KAI telah menetapkan harga rapid test antigen sebesar Rp.105 ribu bagi calon penumpang yang tersedia di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Semarang Tawang, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, dan Surabaya Pasar Turi.
Menurut Mufti, kedatangannya untuk memantau langsung sejumlah stasiun di DKI Jakarta, khususnya stasiun Pasar Senen yang konsumen pengguna jasa Kereta Api berasal dari kalangan menengah ke bawah.
BPKN kata Mufti telah memberikan rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan agar kemenkes tetap mengawal harga sejumlah transaksi jasa seperti rapid test antigen, PCR Test.
Alasan pihaknya, pandemi memunculkan ketidakpastian ekonomi yang berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat, “Tidak boleh lebih dari Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ternyata sudah banyak yang turun,” paparnya.
Dia melanjutkan, konsumen harus mendapatkan pelayanan yang baik, aman dan tidak dirugikan dalam pelaksanaannya. “Konsumen harus aman, mendapatkan pelayanan yang baik jika keluar kota dan bisa melakukan rapid tes antigen ini,” imbuhnya.
Sebagai informasi, pemerintah menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test Antigen-Swab sebesar Rp.250 ribu untuk Pulau Jawa dan Rp.275 ribu untuk di luar Pulau Jawa.
Layanan rapid test antigen sendiri merupakan alternatif yang diberikan KAI untuk kemudahan calon pelanggan yang akan naik Kereta Api.
Meski begitu, selain di stasiun, calon pelanggan juga bisa menggunakan hasil rapid test antigen dari rumah sakit atau klinik yang terpercaya.
Penulis: Yos Casa Nova
Editor: Pahala Simanjuntak




























