Terdampak Covid-19, KAI Bantu Lima Pesantren di Jawa Timur

Pasuruan, PONTAS.ID – PT KAI Daop 8 Surabaya memberikan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) berupa APD (Alat Pengaman Diri) dan perlangkapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kepada 5 Pondok Pesantren di wilayah Jawa Timur .

Bantuan kepada lima pesantren dengan total Rp.56 juta lebih ini terdiri dari masker, hand sanitizer, isi ulang sabun cair serta pengukur suhu tubuh elektronik (thermal gun).

“Membantu masyarakat khususnya santri di Pondok Pesantren untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sekaligus memohon dukungan agar angkutan Natal Tahun Baru (Nataru) bisa berjalan aman, lancar dan sukses,” ujar Kepala Humas Daop 8 Surabaya, Suprapto, Pondok Pesantren Ngalah Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (15/12/2020).

Dijelaskan, Suprapto dengan adanya bantuan ini, bisa membantu pondok pesantren melaksanakan proses pembelajaran dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penyaluran CSR atau yang kerap disebt Program Bina Lingkungan ini kata Suprapto merupakan komitmen PT KAI untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan.

Dia berharap, upaya PT KAI ini bermanfaat bagi Perusahaan, komunitas setempat, maupun masyarakat, “Apa yang kita berikan ini hanya sedikit untuk proses pencegahan penularan Covid-19 bagi santri,” paparnya.

Selama 2020, KAI Daop 8 Surabaya telah menyalurkan CSR sebesar Rp.621 juta lebih berupa bantuan pengembangan sarana dan prasarana umum, sarana ibadah, pendidikan, korban bencana alam, sosial kemasyarakatan, peningkatan kesehatan dan pelestarian alam.

Adapun lima pesantren yang mendapat bantuan kali ini, di antaranya, Ponpes Raudlatul Mutaallimin, Dusun Tegalrejo, Lamongan; Ponpes Raudlatul Mutaalaimin, Dusun Sawah Rejo, Kabupaten Lamongan.

Kemudian, Lembaga Tasisit Taqwa, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan; Ponpes Al Arif, Gempol Pasuruan; dan Ponpes Ngalah, Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Penulis: Abdullah
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleRegulasi Ekonomi Digital Harus Disusun Secara Hati-hati
Next articleBappebti: 114 Domain Situs Perdagangan Ilegal Diblokir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here