Gandeng GKI, UPRS Jatinegara Barat Dirikan Sanggar Belajar

Dwiyanti, Kepala UPRS Jatinegara Barat, Jakarta Timur

Jakarta, PONTAS.ID – Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Jatinegara Barat memfasilitasi kegiatan pendidikan dengan membentuk sanggar belajar ramah anak. Sanggar ini diperuntukkan bagi seluruh pelajar yang tinggal di rusun selama menjalani pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19.

“Kita bekerja sama dengan Yayasan Gerakan Kepedulian Indonesia (GKI) untuk membentuk sanggar belajar di rusun Jatinegara Barat, agar anak-anak disini dapat mengikuti pembelajaran yang efektif,” jelas Kepala UPRS Jatinegara Barat, Dwiyanti kepada PONTAS.id, Rabu (9/9/2020).

Kegiatan belajar mengajar di sanggar yang merupakan kolaborasi dengan tiga pihak, yakni tokoh masyarakat, pengelola rusun Jatinegara Barat dan Yayasan GKI ini kata Dwiyanti mendapat antusias yang tinggi dari orangtua pelajar yang menghuni rusun Jatinegara Barat.

Sementara itu, Direktur Operasional Yayasan GKI, Kusmayadi mengaku langkah yang ditempuhnya untuk turut serta mencerdaskan anak-anak bangsa khususnya yang berdomisili di rusun.

“Kita berikan fasilitas WiFi gratis, dan juga hadirnya tenaga pengajar yang mendidik dari pihak warga sangat menunjang kegiatan belajar mengajar demi terwujudnya anak-anak yang cerdas,” kata Kusmayadi.

Dari salah satu relawan tenaga pendidik, Fandi yang juga warga rusun Jatinegara Barat mengaku ikhlas dalam mendidik anak-anak demi majunya generasi muda Indonesia.

“Kami bekerja sukarela, demi majunya generasi muda yang nantinya diharapkan akan menjadikan indonesia lebih baik dikemudian hari,” pungkasnya

Sebagai informasi, munculnya ide membentuk sanggar belajar ramah anak ini bermula dari keprihatinan bahwa sistem belajar daring (dalam jaringan) atau online tidak begitu efektif.

Selain itu, orangtua dan pelajar kerap berhadapan dengan persoalan kuota internet dan fasilitas ponsel cerdas di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Banyak orangtua yang belum memiliki kecakapan formil memberikan pengajaran kepada anak, serta keterbatasan finansial terdampak Covid-19,” kata Head Regional I, Yayasan GKI, Jarkoni.

Begini liputannya:

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here