Kisruh Mafia Sampah, Kadis Lingkungan Hidup Bungkam

Jakarta, PONTAS.ID – Kasus dugaan mafia sampah yang menyebabkan anjloknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta dari sektor retribusi persampahan masih menjadi sorotan. Sayangnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih tak kunjung merespon pertanyaan PONTAS.id, hingga Minggu (26/7/2020) malam.

Sebelumnya, Kasatpel Lingkungan Hidup, kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Ichang mengaku mengangkut sampah dari Wajib Retribusi (WR) dari kawasan komersil.

Caranya, dengan memindahkan muatan dari truk pengangkut berplat nomor polisi warna hitam ke dalam truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup menjelang tengah malam.

“Banyak sekali swadaya masyarakat atau pribadi seperti pengurus RT, RW yang membuat usaha pengangkutan sampah yang di Jakarta Selatan. Tapi, soal pengawasannya tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada saya secara total,” kata Ichang saat ditemui PONTAS.id, Rabu (20/7/2020) di kantornya.

Ichang mengaku, tindakan yang dilakukan pihaknya merupakan hal yang wajar karena berdasarkan kesepakatan baik secara lisan maupun tertulis dengan pengusaha restoran, perkantoran, klinik serta mini market dan jenis usaha lainnya sebanyak 170 WR.

“Untuk data terkait kesepakatan dengan 170 WR di wilayah Cilandak ada semua,” kata Ichang.

Namun saat diminta bentuk kesepakatan serta jumlah total retribusi sampah yang berhasil dipungut, Ichang tak menyanggupinya.

Padahal, merujuk Pasal 30, Perda DKI Jakarta Nomor: 3/2013 tentang Pengelolaan Sampah berbunyi:

“(1) Pengumpulan sampah kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf b, dari tempat pemilahan sampah ke TPS dan/atau TPS 3R kawasan menjadi kewajiban penanggung Jawab dan/atau pengelola kawasan bersangkutan dan dapat dikerjasamakan dengan badan usaha di bidang kebersihan”

Kemudian,

Pasal 36: “(1) Pengangkutan sampah kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 huruf b, dari tempat pemilahan sampah ke TPS dan/atau TPS 3R kawasan menjadi kewajiban penanggung jawab dan/atau pengelola kawasan dan dapat dikerjasamakan dengan badan usaha di bidang kebersihan”

Penulis: Yos Casa Nova F/Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articlePermintaan Tinggi, Jamur Berpotensi  jadi Andalan Ekspor
Next articleProgram Kebijakan di Kemendikbud Buat Gaduh, Komisi X: Nadiem Layak Dievaluasi

1 COMMENT

  1. •Kisruh Mafia Sampah, Kadis Lingkungan Hidup Bungkam•

    ••Mental Pejabat Seharusnya Menerima Keritikan, Bukan Bungkam Seperti Tak Bertanggung Jawab••

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here