4 Hari Tenggat Waktu Khofifah Tangani Penularan Covid-19

Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (23/6/2020)

Kasus tertinggi saat itu berada di kawasan Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik. “Saya minta dua minggu pengendaliannya betul-betul dilakukan bersama dan terintegrasi,” kata Presiden saat itu.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jatim pada Rabu (24/6), total kasus terkonfirmasi positif di Kota Surabaya per 24 Juni 2020 mencapai 4.962 orang, Sidoarjo (1.287 orang), dan Gresik (534 orang).

Seperti apa perubahan yang terjadi di tiga wilayah itu selama 10 hari sejak ultimatum Presiden diberikan? Media Indonesia mencoba menelusuri perkembangan covid-19 di Jawa Timur dengan melihat data yang disajikan dalam laman http://infocovid19.jatimprov.go.id/.

Data terakhir diunggah pada 4 Juli 2020 oleh masing-masing dinas kesehatan kabupaten/kota. Angka kasus positif covid-19 di Kota Surabaya melonjak mencapai 6.329 orang dengan 2.890 orang yang sembuh dan 498 orang meninggal. Artinya, terjadi kenaikan kasus 27,5% atau ada penambahan sebanyak 1.367 pasien dalam 10 hari terakhir.

Selanjutnya, Sidoarjo kini mencatatkan kasus positif covid-19 sebanyak 1.885 orang dengan 263 pasien sembuh dan 119 orang meninggal. Jika dibandingkan dengan kondisi 10 hari lalu, maka terjadi peningkatan 598 kasus positif atau naik 46% di sana.

Bagaimana dengan Gresik? Data terakhir melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di sana mencapai 849 orang dengan 78 pasien dinyatakan sembuh dan 87 orang meninggal. Gresik mencatatkan penambahan 315 kasus positif atau naik 59%.

Ketiga kota dengan kasus covid-19 tertinggi di Jawa Timur itu sama-sama mencatatkan kenaikan angka kasus positif yang signifikan. Tak heran jika sejumlah rumah sakit rujukan covid-19 di wilayah itu mengaku sudah kelebihan kapasitas (overload) dalam menangani pasien yang terus membeludak seperti di Sidoarjo, misalnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg Syaf Satriawarman mengungkapkan, tujuh rumah sakit rujukan di Kabupaten Sidoarjo tidak bisa lagi menerima pasien baru covid-19 sejak seminggu terakhir. Pasalnya, seluruh ruang isolasi untuk merawat pasien covid-19 kondisinya sudah penuh

Karena itu juga Sidoarjo mengusulkan penambahan lima rumah sakit rujukan baru. Dua dari lima rumah sakit yang diusulkan jadi rujukan ini adalah rumah sakit untuk ibu hamil.

Penulis: Dedi

Editor: Idul HM

Previous articleTol Desari Seksi II Brigif – Sawangan Resmi Dibuka
Next articleDukung KSPN Borobudur,  PUPR Bangun Gerbang Klangon