Kecewa, Pendiri Nasdem Tebingtinggi Desak Ketua DPD Mundur

Tebingtinggi, PONTAS.ID – Hamdani Jambak, tokoh perintis berdirinya Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Kota Tebingtinggi mengaku kecewa dengan Oki Doni Siregar. Dia pun meminta, Wakil Wali KOta Tebingtinggi itu mundur dari jabatan Ketua Nasdem Tebingtinggi.

Hal ini disampaikan Hamdani Jambak pada PONTAS.id, Sabtu (27/6/2020) sore di rumah kediamannya, Jalan KF Tandean, Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebing Tinggi kota, Kota Tebingtinggi.

Pada saat kepemimpinan dirinya sebagai Ketua Nasdem Tebingtinggi, awal Partai Nasdem baru berdiri di Tebingtinggi, Hamdani mengaku berhasil mengantarkan Nasib Sabungan Silalahi dan Hendri Rivai, menjadi anggota DPRD Tebingtinggi 2014 – 2019.

Selanjutnya, jabatan Ketua Nasdem Tebingtinggi pada tahun 2018 diserahkan kepada Oki Doni Siregar.

“Tetapi saya kecewa setelah mendengar dan mendapat laporan bahwa Oki Doni Siregar dilaporkan ke Polda Sumut Jumat (19/6/2020) kemarin oleh aktivis masyarakat anti korupsi ketika Oki menjabat sebagai Dirut PDAM Tirta Bulian selama tujuh tahun sejak 2007.

“Aku kecewa dengan Oki Doni Siregar. Selain laporan dugaan korupsi ke Polda, Oki juga menelantarkan beberapa kios relokasi pasar kain yang berada di Jalan MT Haryono yang menjabat sebagai ketua relokasi pasar,” bebernya.

Akibat terlantarnya beberapa kios pasar kain karena belum dibagikan kepada pedagang, sumber pendapatan Tebingtinggi berupa retribusi dari pasar kain yang telah dibangun hampir tiga tahun itu menjadi tidak terpungut.

“Saya sebagai perintis Partai Nasdem Kota Tebingtinggi, meminta Oki Doni Siregar mundur dari jabatan ketua Nasdem Tebingtinggi, karena telah memalukan Partai Nasdem!” tegasnya.

Sebagai informasi, Oki Doni Siregar dilaporkan ke Polda Sumut saat dirinya masih menjabat Dirut PDAM Tirta Bulian.

Laporan ini terkait adanya dugaan korupsi proyek pemasangan sambungan pipa ke rumah masyarakat kurang mampu yang dilaksanakan pada tahun 2013/2014 bersumber dari dana hibah Pemkot Tebingtinggi yang disebut-sebut merugikan keuangan negara sebesar Rp.3 miliar.

Penulis: David Simanjuntak
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here