Asahan, PONTAS.ID – Warga Kecamatan Kota Kisaran Timur, Asahan, Sumatera Utara, bernama S menjalani isolasi serta perawatan di Rumah Sakit Martha Friska, Medan setelah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil uji Swab.
Sebelumnya S terlebih dahulu dirawat di Rumah Sakit Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai pada Jumat (29 Mei 2020) dengan gejala awal demam, sakit kepala hebat dan lemas.
Namun berselang satu hari setelahnya atau Minggu (31/5/2020), S dirujuk ke Rumah Sakit Martha Friska untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
“S merupakan ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemko Tanjung Balai yang bertugas di Rumah Sakit Tengku Mansyur, Kota Tanjung Balai,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, Rahmat Hidayat Siregar, Kamis (4/6/2020).
Dengan dinyatakannya S sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Tim GugusTugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan langsung bergerak melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan Tracing terhadap keluarga serta orang yang melakukan kontak erat dengan S guna antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan tempat tinggalnya.
Dan hasilnya 1 dari 14 orang yang mengikuti uji Rapid Test dinyatakan reaktif Covid-19, sedangkan 13 orang lainnya dinyatakan non reaktif. Mereka yang menjalani uji Rapid Test tersebut merupakan orang-orang yang ada di lingkungan tempat tinggal S dan yang melakukan kontak langsung dengannya.
“1 orang yang reaktif langsung menjalani isolasi di Rumah Sakit Haji Abdulmanan Simatupang, Kisaran dan hari ini juga akan dirujuk kesalah satu Rumah Sakit yang ada di Medan, ” jelas Rahmat.
Atas kasus yang dialami S, Rahmat meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, selain dia juga berharap agar Protokol Kesehatan Covid-19 dapat dipatuhi dan dilaksanakan oleh masyarakat.
Sementara itu data Covid-19 di Kabupaten Asahan saat ini menunjukkan, pasien positif Covid-19 bertambah menjadi 6 orang yang masing-masing 2 orang masih di rawat, 3 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.
Dan untuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan) berjumlah 2 orang namun 1 diantaranya telah meninggal dunia, sedangkan kasus ODP (Orang Dalam Pengawasan) tersisa 1 orang.
Penulis: Bayu Kurnia Jaya
Editor: Pahala Simanjuntak




























