Cegah Covid-19, Begini Strategi Pengelola Pasar Santa

Jakarta, PONTAS.ID – Penerapan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dilaksanakan dengan tertib, baik oleh pedagang maupun pengunjung. Protokol ini diterapkan sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota pada awal April lalu.

Pantauan PONTAS.id pada Kamis (14/5/2020) setiap pengunjung yang memasuki areal pasar dilakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal gun (pengukur suhu elektronik). Di pintu masuk juga terlihat tempat mencuci tangan lengkap dengan sabun serta dilengkapi cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

“Sejak pemberlakuan PSBB oleh pak Gubernur, kita langsung melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang. Masyarakat yang datang juga terus kita ingatkan dengan menempatkan petugas di pintu masuk pasar,” jelas Kepala Pasar Santa, Fritz Ondoy Sinaga saat ditemui PONTAS.id, Kamis (14/5/2020).

Pihaknya kata Fritz menekankan setiap pedagang untuk menggunakan masker, menjaga jarak fisik (physical distancing) dengan sesama pedagang maupun pembeli, tidak berkerumun serta rajin mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.

“Apalagi dengan terbitnya Pergub Nomor: 41/2020, bagai setiap pengunjung kita siapkan sanksi tegas. Tidak memakai masker didenda Rp.100 – 250 ribu dan bagi pedagang yang tidak tertib dan menimbulkan kerumunan dikenakan sanksi Rp.5 – 10 juta,” kata dia.

Terkait jam operasional, pihaknya kata Fritz telah mempersingkat waktu berdagang, “Sekarang operasional pasar mulai dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB,” pungkasnya

Penulis: Yos Casa Nova F/Edi Prayitno
Editor: Riana Agustian

Previous articleDampak Covid-19, Kemenpora: Kegiatan Olahraga 2021 Bakal Padat
Next articlePengamat: Revisi UU Minerba Justru Banyak Untungkan Negara