Tidak Manusiawi, Masyarakat Kritik Panti Tuna Laras Berastagi

Kabanjahe, PONTAS.ID – Masyarakat Tanah Karo menyoroti Panti Tuna Laras dan Panti Sosial Karya Wanita, Parwasa di bawah naungan UPT Dinas Kesejahteraan dan Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Pasalnya, Panti yang berada di Berastagi, Kabupaten Karo tersebut, selain dinilai tidak manusiawi, pengelolaan anggaran kedua panti tersebut juga dinilai tidak sesuai peruntukannya.

“Kita sudah survei langsung, bahkan tempat memasaknya tidak layak karena di ruangan terbuka tanpa atap. Kalau hujan tiba maka sudah pasti air hujan ikut masuk ke dalam masakan tersebut. Ini tidak memanusiakan manusia,” kata Rekro Tarigan, Kamis (9/4/2020).

Sebagai informasi, tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial.

Padahal kata dia, kedua panti tersebut didirikan untuk memanusiakan manusia serta untuk menjaga agar seluruh warga binaan hidup sehat.

“Memasak makanannya di unit Parawasa, setelah matang dimasukkan ke dalam baskom lalu dibawa ke panti Tunalaras menggunakan gerobak dorong sejauh 300 meter. Ini sudah tidak betul memanusiakan manusia,” pungkasnya.

Namun hingga berita ini dipublikasikan, pihak UPT belum memberikan tanggapan. Pesan yang disampaikan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp kepada bagian tata usaha, Polmer Simanjuntak tidak mendapat respon.

Penulis: Aston Sembiring
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleDPR Desak Pemerintah Kaji Ulang Penurunan Harga Gas Industri
Next articleCPP Gundih Terbakar, PGN Cari Sumber Gas Lain dengan CNG