Kejar Target Laba Bersih USD 2,2 Miliar, Ini Jurus Pertamina

Pertamina

Jakarta, PONTAS.ID – Tahun ini, PT Pertamina (Persero) mengejar target laba bersih sebesar USD 2,2 miliar. Untuk bisa mengejar target tersebut sejumlah strategi dilakukan perusahaan dari sektor hulu maupun sektor hilir.

Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, mengatakan, selain perseroan akan meningkatkan  manajemen risiko dan efisiensi untuk mendapatkan kinerja yang optimal dalam rangka mencari alternatif pembiayaan investasi sebesar USD 7,81 miliar dengan menjaga rating perusahaan.

Pertamina juga, kata dia, melakukan digital transformation untuk penghematan dan subsidiaries performance management untuk mengoptimalisasi dan penyelarasan bisnis anak perusahaan.

“Kami juga akan meningkatkan sinergi Pertamina Group dengan target value creation USD3 miliar, ekuivalen dengan 20% anggaran biaya Pertamina pada tahun 2020,” kata Emma dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/2/2020).

Kemudian, Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu, mengatakan, strategi dan program kerja prioritas yang akan dilakukan adalah mendukung program produksi 1 juta BOPD pada tahun 2030 dengan three-pronged strategy, yakni managing baselinestepping out, dan energy transition.

“Salah satu caranya dengan kita lakukan peningkatan aktivitas eksplorasi dan ekspansi internasional untuk mencari peluang baru. Kita menargetkan 2020 zero major accident di bidang hulu,” tutur Dharmawan.

Sementara itu di sektor pengolahan atau midstrem, Direktur Pengolahan, Budi Santoso Syarif, memiliki delapan strategi dan program kerja. Pertama, peningkatan produksi BBM, business sustainability, tantangan industri 4.0 (digital refinery), program energi terbarukan, pemenuhan permintaan pasar LBO Group-2, pemenuhan regulasi IMO 2020, kebijakan prioritas Pemerintah untuk memanfaatkan minyak mentah domestik dan efisiensi biaya operasi kilang.

“Jika ini semua kita jalankan dengan baik, target RKAP kita insyaallah akan tercapai pada 2020. Kita sama-sama bekerja keras,” tandas Budi.

Sementara di sektor hilir migas, Direktur Pemasaran Ritel, Mas’ud Khamid, menjelaskan strategi yang akan dicapai pada 2020. Terdapat tiga program yang akan dilakukan, yaitu Go Retail, Go Digital, dan Go Costumer.

“Go Retail ini meliputi penugasan pasar dan pertumbuhan bisnis dan ekspansi bisnis. Go Digital meliputi digitalisasi SPBU, LPG, dan MyPertamina sebagai umbrella digital channel Pertamina. Go Customer meliputi customer focus dan operational excellence. Selain itu, kita juga melakukan penugasan negara dengan penyaluran BBM JBT dan JBKP, penyaluran LPG 3 KG secara tepat sasaran, program BBM Satu Harga serta program konversi BBM ke LPG bagi nelayan dan petani,” bebernya.

Direktur Pemasaran Korporat, Basuki Trikora Putra, mengatakan, direktorat yang dipimpinnya akan fokus pada lima proyek seperti industrial fuel marine, aviasi, pelumas, B2B Academy, gas & LNG, serta petrochemichal trading.

“Dengan situasi bisnis yang sangat dinamis saat ini, tantangan selalu ada. Namun, kami akan berusaha mencari peluang dengan meningkatkan volume dan market share di masing-masing lini tersebut,” tuntas Tiko.

Penulis: Ririe

Editor: Riana

Previous articlePertengahan Tahun, Pembangkit Combined Cycle Pertama Hadir di Indonesia
Next articleKementan: Pasokan Aneka Bawang Sampai Lebaran 2020 Cukup