DPR: Program Modal Usaha KKP Tak Nyata

Sutrisno
Sutrisno

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota komisi IV DPR RI, Sutrisno menyebut salah satu program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tak hanya.

Hal itu setalah KKP meminta tambahan anggaran sebesar Rp 3 triliun untuk mencapai target penyaluran modal usaha di sektor kelautan dan perikanan tahun 2020.

Namun, permintaan tambahan anggaran itu dikritisi oleh beberapa anggota DPR, salah satunya Sutrisno.

Ia mengatakan, DPR hendaknya menunda dulu usulan tambahan modal yang diinginkan KKP setidaknya hingga terlihat realisasi penyaluran tahun 2020.

“Usul saya adalah tunda dulu usulan tambahan modal. Kita tunggu bagaimana realisasinya di 2020 karena program enggak nyata. Yang paling nyata, petani garam rakyat berkomitmen enggak akan produksi garam rakyat tahun 2020. Ini ujug-ujug menganggarkan biaya modal petani garam Rp 101,5 miliar,” kata Sutrisno di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Adapun target penyaluran dana bergulir pada 2020 adalah sebesar Rp 725 miliar, dengan rincian Rp 340,75 miliar untuk perikanan tangkap, Rp 217,5 miliar untuk budidaya, Rp 101,5 miliar untuk usaha garam rakyat, dan Rp 65,25 miliar pengolah dan pemasar ikan.

Sutrisno mengatakan, seharusnya dana kelolaan LPMUKP yang masih ada sekitar Rp 1 triliun bisa dimanfaatkan. Sehingga tidak perlu meminta tambahan anggaran untuk sementara waktu.

“Sekarang minta tambahan modal sekitar Rp 3 triliun. Yang kemarin saja masih cukup dari dana Rp 1 triliun,” tegas politikus PDIP ini.

Sekedar i informasi, KKP melalui LPMUKP telah mendapat alokasi anggaran modal usaha untuk sektor kelautan dan perikanan sejak tahun 2017. Tahun 2017, realisasi penyaluran Rp 11,12 miliar.

Kemudian, tahun 2018 LPMUKP kembali mendapat alokasi sebesar Rp 850 miliar dengan realisasi Rp 215,7 miliar diberikan kepada 8.475 pelaku usaha. Sementara itu, realisasi alokasi anggaran tahun 2019 berkisar Rp 182,5 miliar untuk 3.937 pelaku usaha.

Dalam kurun waktu 2017-2019, LPMUKP telah menyalurkan Rp 409,3 miliar bagi 13.037 pelaku usaha KP.

Distribusi penyaluran paling banyak untuk sektor perikanan tangkap Rp 144,75 miliar, diikuti oleh perikanan budidaya Rp 190,65 miliar, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan sebesar Rp 58,14 miliar.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

Previous articleSoal Kasus Jiwasraya, Ini Alasan Panja Hukum Panggil Jampidsus
Next articleWilayah Jakarta Bakal Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Ini

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here