Mutu Beton Tak Sesuai, PNS Papua Barat jadi Tersangka

Ilustrasi pelaku kejahatan

Jakarta, PONTAS.ID – Akibat ketidak sesuaian antara volume dan mutu beton pada proyek Normalisasi Sungai Malawili, Papua Barat, Kejaksaan Negeri Sorong menetapkan IK selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada proyek kegiatan tersebut sebagai tersangka.

Bersama IK, Jaksa juga menetapkan R alias RS sebagai tersangka selaku Direktur Utama PT. PIM.

“Karena PT. PIM telah menerima pembayaran 100 persen atas persetujuan dari PPK, namun dalam perjalanan waktu ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai antara volume dan kualitas pekerjaannya,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mukri dalam keterangan tertulisnya yang diterima PONTAS.id, Selasa (8/10/2019).

Dijelaskan Mukri, dari proyek tersebut, belakangan ditemukan kerusakan di beberapa titik pekerjaan karena mutu beton tidak sesuai dengan yang direncanakan serta terdapat kekurangan volume dalam pekerjaan pasangan batu.

“Sehingga ditemukan indikasi kerugian keuangan negara sebesar Rp.1,3 miliar,” imbuhnya.

Mukri melanjutkan, Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sorong setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam kasus dugaaan tindak pidana korupsi kegiatan Normalisasi Sungai Malawili pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Papua Barat T.A.2017, “Diperoleh dua alat bukti dalam menjerat tersangka,” terang Mukri.

Sebagai informasi, proyek normalisasi sungai Malawili ini menggunakan anggaran sebesar Rp.5,25 miliar dengan kontraktor pemenang yaitu PT. PIM dengan nilai kontrak sebesar Rp.3,9 miliar lebih yang wajib diselesaikan selama 45 hari kerja sejak 3 November 2017 hingga 17 Desember 2017.

Jaksa penyidik menjerat para tersangka dengan pasal 2 ayat (1), pasal 3 jo. pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20/2001 tentang perubahan UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here