London, PONTAS.ID – Harga minyak tergelincir pada perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia, pasca-pertemuan aliansi OPEC tidak menghasilkan keputusan untuk pengurangan pasokan. Tetapi sebaliknya, berfokus pada membawa output Nigeria dan Irak ke kuota yang disepakati.
Selain itu, pelemahan harga minyak disebabkan tekanan lebih lanjut setelah Bank Sentral Eropa memangkas suku bunga deposito sebesar 10 basis poin menjadi -0,5% dan mengatakan akan memulai kembali pembelian obligasi sebesar 20 miliar euro per bulan dari November untuk menopang pertumbuhan zona euro.
Dengan demikian, harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,20 sen menjadi USD59,61 per barel. Futures Intermediate West Texas AS turun 96 sen menjadi USD 54,79. Demikian dikutip dari economictimes, Jumat (13/9/2019).
Sementara itu, Menteri Energi Baru Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengatakan, pemotongan lebih dalam tidak akan diputuskan sebelum pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak direncanakan untuk Desember.
Pangeran Abdulaziz mengatakan, bagaimanapun, negaranya akan terus memotong lebih dari yang dijanjikan dalam kesepakatan yang telah memperketat pasokan oleh OPEC dan sekutunya sebesar 1,2 juta barel per hari.
Penulis: Ririe
Editor: Stevanny



























