Jakarta, PONTAS.ID – PT Pertamina (Persero) mendapat kucuran dana US$1,5 miliar dari penerbitan surat utang internasional atau global bond pada Juli 2019. Perseroan menerbitkan global bond dalam dua seri masing-masing sebesar US$750 juta.
“Kita sudah menerbitkan global bond 30 Juli lalu, penyelesaian minggu pertama Agustus closing 5 Agustus jumlah USD 1,5 miliar,” kata Direktur Keuangan Pertamina, Pahala N Mansury, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut Pahala mengatakan, dana dari surat utang tersebut dibutuhkan untuk membiayai proyek kilang Pertamina yang sudah mulai intensif pembangunannya, terutama Kilang Balikpapan.
“Tahun ini tanpa Rokan, dengan beberapa kilang. Kami tentunya perlu melakukan persiapan,” tuturnya.
Untuk diketahui, Pertamina sedang menggarap proyek perbaikan dan peningkatan kapasitas (upgrading) kilang dalam program Refinery Development Master Plan (RDMP).
Setidaknya ada empat kilang yang masuk dalam Proyek RDMP, yakni Balikapapan, Kalimantan Timur, di Balongan, Jawa Barat, Dumai Riau dan Cilacap, Jawa Tengah.
Khusus Kilang Balikpapan, Pertamina sudah memulai persiapan fisik di lapangan. Mereka pun telah menunjuk kontraktor paket rekayasa, pengadaan, dan konsturksi (engineering, procurement, and construction/EPC). Perseroan juga telah membangun sejumlah prasarana yang dibutuhkan.
“Jadi kami optimistis RDMP Balikpapan sesuai jadwal bisa diselesaikan pertengahan 2023,” tuntas Pahala.
Penulis: Andriyani
Editor: Riana




























