
Jumlah itu, menurutnya, tergolong minim. Belum lagi diperkirakan ada sekitar 200 polhut yang pensiun, sementara jumlah rekrutan baru tidak sebanding. Tahun ini saja perekrutan baru sebanyak 124 personel.
Ia menegaskan ke depan dibutuhkan membangun polhut yang kuat untuk menjaga sumber daya hutan.
“Kami mengusulkan agar bisa ditambah 2.000 polhut setiap tahunnya. Sedang dihitung pula untuk mencapai rasio yang ideal,” ucapnya.
Sementara itu, ancaman kejahatan lingkungan dan kehutanan seperti pembalakan liar, pertambangan ilegal, perambahan hutan dan kejahatan satwa liar masih tetap marak.
Di saat yang sama, risiko pekerjaan polhut juga besar karena berhadapan dengan pelaku kejahatan yang kerap bersenjata dan menggalang massa.
“Ini menjadi tantangan bersama untuk mengonsolidasikan polhut. Kerja polhut penuh risiko karena berhadapan dengan ancaman dari pelaku kejahatan hutan yang memahami seluk-beluk hutan kita,” pungkasnya.
Penulis: Hartono
Editor: Idul HM



























