KLHK Terus Lakukan Penyelidikan Terkait Orang Hutan Yang Terbunuh Dilahan Sawit

Orang Hutan, (Ist).

Jakarta, PONTAS.ID – Terbunuhnya orang utan bernama Baen  di perkebunan PT Wana Sawit  Subur Lestari terus dilakukan Penyelidikan  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, kepolisian, dan Direktorat Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal ini diungkapkan Menteri LHK Siti Nurbaya, Kamis (5/7/2018).

Seperti diketahui ditemukan  mayat orang utan di area kebun sawit PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II, sekitar 7,8 km dari Taman Nasional Tanjung Puting, Seruyan, Kalimantan Tengah, Minggu (1/7).

Orang utan  ini diketahui merupakan hasil relokasi yang dilakukan Orangutan Foundation International (OFI) pada September 2014 dari PT WSSL II Blok R 31-32 ke Camp Seluang Mas. Ia ditemukan tewas dengan tujuh peluru dan sejumlah luka akibat sayatan benda tajam.

Siti mengingatkan, perusahaan perkebunan yang punya area kerja dekat dengan habitat satwa dilindungi wajib mengawasi dan menyelamatkan satwa dilindungi yang masuk wilayah kerja mereka, termasuk orang utan.

“Untuk meningkatkan perlindungan, khususnya pada satwa yang pergi keluar wilayah hutan, pemerintah telah mewajibkan pihak swasta turut melakukan pemantauan. Begitu juga masyarakat. Disediakan call center yang dapat dimanfaatkan jika melihat satwa yang tersesat atau masuk ke kawasan permukiman atau kebun sawit,” ujarnya.

Perusahaan kebun sawit, lanjutnya, harus mengalihkan usaha bila ada area kerja yang menjadi tempat tinggal orang utan maupun satwa lain yang dilindungi. “Ketika memang harus dipanen, harus hati-hati. Harus juga mempertimbangkan kebiasaan satwanya,” imbuh Siti.

Ia mengatakan, kerja sama semua pihak sangat penting untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi. Untuk mengetatkan pengamanan, Siti mengatakan, saat ini Kementerian LHK mendalami sistem database satwa. Sistem itu akan memantau pergerakan, penambahan, dan pengurangan, hingga kondisi satwa dilindungi di seluruh Indonesia.

“Kita baru meluncurkan sistem informasi database satwa. Jadi, info satwa-satwa di mana sebarannya dan lain-lain bisa semakin dipantau.

 

Editor: Idul HM

 

Previous articleRomi Klaim Tahu Nama Cawapres Jokowi
Next articleJokowi Sedih Banyak Gubernur-Bupati Ditangkap KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here